Bima.-
Wahyuddin, SAg, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Golkar Kabupaten Bima, mengaku mundur sebagai calon Ketua DPD II Golkar lantaran tipisnya peluang dibandingkan rivalnya H Ferry Zulkarnain, ST.
“Saya mundur karena melihat dinamika yang berkembang,” katanya kepada wartawan di hotel Parewa, Rabu (6/1).
Meski demikian, dia menilai proses Musda telah berjalan demokratis, karena sesuai dengan tata tertib. Dia yakin Golkar dibawah kepemimpinan Ferry akan besar atau lebih baik. “Ferry juga akan melihat kader yang terbaik, yang memiliki potensi untuk dirangkul menjadi pengurus. Harapam besar semua potensi yang ada di Golkar dapat diakomodir,” harapnya.
Mengenai penetapan Ferry oleh peserta Musda Golkar untuk menjadi calon Bupati, dianggapnya hanya sebatas rekomendasi saja. Mekanisme partai akan tetap dijalankan, sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (Juklak) partai.
Apalagi, untuk penetuan calon juga didasarkan pada hasil survey Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang bayar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai tidak mengintervensi kerja-kerja lembaga independent itu dan hasilnya akan menjadi acuan bagi partai.
Bahkan, kata dia, yang disurvey oleh LSI semua figur yang muncul atau dibicarakan. Maka apapun hasilnya, itulah yang menjadi bahan bagi partai untuk melihat siapa figur yang banyak disebut publik. (PIAN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar