Sabtu, 09 Januari 2010

Madrasah bukan Sekolah Nomor 2

(Kota Bima)
MADRASAH adalah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Deperteman Agama (Depag). Stigma madrasah sebagai sekolah nomor dua dari sekolah umum, masih tersimpan rapi disebagian “otak” masyarakat kita.
Kenyataan ini rupanya terus mengusik para pengelola sekolah madrasah. Di Kota Bima, misalnya sejumlah sekolah madrasah mulai berkampanye. Madrasah bisa bersaing dengan sekolah umum lainnya.
Dalam beberapa kesempatan, saya berbincang dengan Kepala Madrasah di Kota Bima. Bagaimana menyosialisasikan ke masyarakat, bahwa madrasah juga sekolah unggulan yang tidak berbeda dengan sekolah umum lainnya.
Semua madrasah di Kota Bima berusaha memacu diri. Semua memogramkan bahasa Inggris dan bahasa Arab sebagai matapelajaran yang harus di kuasai oleh siswa. Bahkan di MIN Kota Bima, bahasa Inggris dan Arab diperkenalkan sejak dari kelas satu. Masing-masing siswa kelas satu harus menghafal 100 kata benda. Dalam beberapa tahun, hasilnya cukup mengejutkan, hampir semua siswa MIN memiliki skill dasar dua bahasa.
MTsN Kota Bima, 2009 lalu menyabet semua nominasi untuk Olimpiade MIPA ditingkat Provinsi NTB dan tidak menyisakan bagi sekolah umum lainnya di Kota Bima. Kenyataan ini cukup membanggakan pihak madrasah dan Depertaman Agama Kota Bima.
Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs Abdul Haris, MPd, 2009 lalu juga menjadi kepala sekolah berptestasi tingkat Kota Bima dan menyisihkan kepala sekolah umum lainnya. Ini member penegasan bahwa benar, madrasah bukanlah sekolah nomor dua, karena torehasn prestasi yang telah diraih.
Namun, pastinya butuh kerja keras lagi untuk menjadikan madrasah sebagai sekolah yang menelorkan alumni terbaik. Tidak hanya dibidang ilmu pengetahuan, namun juga akhlak. Dua modal inilah yang membedakan madrasah dengan sekolah umum.
Sabtu (9/1), Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs Abdul Haris, MPd, mengatakan pihaknya terus berusha untuk menjadi sekolah yang dapat mencetak generasi cerdas, baik akhlak maupun ilmu. Dirinya ingin menepis, sekolah madrasah sebagai nomor dua dan baginya saatnya untuk menjadi terbaik.
“Kami mencanangkan bahwa madrasah mampu sejajar dan melebihi sekolah-sekolah umum. Kedepan Madrasah harus menjadi tujuan utama tamatan TK, SD, SMP untuk menimba ilmu yang berkualitas,” kata Alumni Magister Kimia Universitas Negeri Malang ini.
Tahun ini, kata dia, MAN 2 Kota Bima kembali mendapat prestasi sebagai Juara Umum memperingati Hari Amal Bhakti (HAB) Departeman Agama (Depag). Tahun sebelumnya juga sebagai Juara Umum dan prestasi ini tidak hanya dipertahankan, namun ditingkatkan.
Kegiatan yang diperlombakan memperingati HAB Depag Kota Bima, cerdas cermat, pidato bahasa Inggris dan bahasa Arab. Selain itu lomba presentasi dalam bahasa Inggris, cerita bahasa Inggris, MTQ, dan lomba pengurusan jenazah.
Selain itu, kata dia, ada juga lomba olahraga seperti sepakbola, volly ball, tenis meja, bola takraw, dan catur. Seperti tahun sebelumnya MAN 2 Kota Bima mendominasi juara dalam kegiatan itu. “KAmi berhasil menyabet enam emas, selain perak dan perunggu dan berhask atas piala bergilir Kepala Depag Kota Bima,” katanya.
Semua itu, kata dia, karena pembinaan intensif yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Pembinaan tidak hanya untuk menghadapi ajang lomba dilingkup Depag, namun juga di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora).
Untuk itu, ujarnya, di MAN 2 terdapat Club Olimpiade, Arabian Club, Englis Club, Olahraga, Pramuka, Dakwan dan lainnya. Siswa MAN 2 bahkan telah mampu bersaing dengan siswa SMA dan SMK.
Tidak hanya siswa, kata dia, yang dipacu untuk meningkatkan prestasi, namun juga para pendidik. Sehingga 2009 lalu, Kepala MAN 2 Kota Bima, Drs Abdul Haris, MPd, terpilih menjadi kepala sekolah berprestasi Tingkat Kota Bima. (SOFIYAN ASY’ARI)

1 komentar:

  1. Alhamdulillah ya Robb...
    MA NEGERI 2 KOTA BIMA tetap jaya sepanjang masa...

    BalasHapus