Bima.-
Proses Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bima, di hotel Parewa berjalan cepat, Rabu (6/1). H Ferry Zulkarnain, ST, terpilih secara aklamasi, lantaran tidak ada figur lain yang bertarung dengannya. Wahyuddin, SAg, yang sempat mengaku siap bersaing dengan Ferry, tidak ‘berani’ mendaftarkan diri. Tidak hanya itu, peserta Musda juga menetapkan Ferry sebagai calon Bupati Bima periode 2010-2015.
Ferry juga ditunjuk sebagai Ketua Formatur dan saat itu juga menyusun komposisi pengurus. H Sirajuddin terpilih sebagai Sekretaris dan H Muhammad H Ibrahim sebagai Bendahara. Ketiganya pun dikukuhkan oleh Pengurs DPD I NTB, Abdul Hafid. Sementara untuk kepengurusan lainnya, Ferry menjanjikan waktu seminggu menuntaskannya.
Desas-desus proses pemilihan akan berlangsung alot ternyata tidak terjadi. Apalagi sebelum acara di mulai terlihat banyak Laskar Pendukung Ferry berjaga.
Terlihat juga sebelumnya Drs H Syafruddin yang diisukan sebagai salah satu bakal calon pendamping Ferry. Saat pembukaan Musda di Paruga Nae juga turut hadir.
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bima, Hj Fera Amalia, SE, terlihat juga menyaksikan Musda Kabupaten Bima. Saat diaklamasi, Wahyuddin berpelukan dengan Ferry.
Saat menyampaikan pidato politik, Ferry menyampaikan, jika Golkar masih kekurangan kader. Untuk itu terbuka bagi siapa yang memiliki komitmen bersama partai Golkar.
Apalagi banyak tugas yang harus dilaksanakan kedepannya. Tidak lama lagi akan dihadapkan pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bima 7 Juni mendatang.
Diharapkannya roda organisasi bisa berjalan baik untuk maraih kemenangan agar Pemilukada dapat dimenangkan. Selain itu juga akan dihadapkan pada Pemilu Gubernur NTB 2013 mendatang. Diharapkannya giliran kader Golkar yang akan memimpin.
Agenda lain yang juga penting, kata dia, Pemilu Legislatif 2014. Dimintanya kader Golkar yang akan menjadi caleg mulai menyiapkan diri. “Jangan menganggap 2014 masih lama. Waktu berjalan dengan cepat” ingatnya.
Hal lain, kata dia, akan dibicarakan saat Rakerda nantinya. Namun sebelum Rakerda digelar, terlebih dulu menunggu Rakernas dan dilanjutkan dengan muyawarah kecamatan dan desa. Ditegaskannya juga Kokar sebagai salah satu organ Golkar tetap ada dan diharapkan akan memperkuat barisan pohon beringin. (PIAN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar