(Bima)
Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Bima 7 Juni 2010, kian dekat. Meski masih beberapa bulan lagi, namun aromanya cukup kental. Gerbong mutasi terus berjalan. Bupati Bima, H Ferry Zulkarnain, ST, menegaskan tidak akan melantik musuh, namun orang yang mendukungnya meraih kembali “tahta” jabatan Bupati untuk lima tahun mendatang. \ Ungkapan itu sendiri disampaikan dalam berbagai kesempatan. Beberapa kali mengingatkan pegawai negeri sipil agar menunjukkan loyalitas, jika tidak maka akan dimutasikan ke tempat “pembuangan” alias yang lokasinya jauh dari pusat pemerintahan atau tempat tidak strategis.
Saat pelantikan kepala sekolah beberapa waktu lalu. Ada yang berkelekar, jika Bupati Bima akan melantik tim sukesnya di Kantor Pemkab Bima. Lontaran itu tentu mengejutkan. Namun dijelaskan, kepala sekolah yang dilantik adalah mereka yang siap menyukseskan Ferru untuk menjadi bupati periode ke dua 2010-2015. Sehingga tidak ubahnya pelantikan kepala sekolah atau pejabat struktural dan fungsional sebagai bagian dari tim Ferry Center.
Rupanya tidak hanya Bupati Bima, sebagai pejabat politis yang menyampaikan hal seperti itu. Bahwa pajabat harus mendukungnya untuk periode ke kedua, namun juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bima, Drs H Masyikur, sebagai pejabat structural non politis.
Sabtu (9/1) saat pelantikan sejumlah camat dia mengingatkan, bahwa pelantikan itu tak lepas dari kepentingan politik. Untuk itu camat harus memahaminya, karena bupati adalah jabatan politis.
Apalagi, kata dia, dalam waktu dekat camat dihadapkan dengan berakhirnya masa kepemimpinan lima tahun. Posisi camat sangatlah stategis, untuk itu harus memahami kewilayahannya. “Jabatan ini adalah amanat yang diberikan oleh bupati. Camat adalah perpanjangan tangan bupati di wilayah,” katanya.
Sekda menyampaikan, jika camat harus berterimakasih dan harus membantu Ferry untuk memenangkan Pemilukada 7 Juni 2010 mendatang. Tidakkah ini menggiring PNS untuk berpolitik praktis. Mengajarkan mereka untuk mengupayakan kepentingan sang pemimpin dibandingkan rakyat.
Meski saat pelantikan di Paruga Parenta, Sekda juga member wejangan normative. Camat harus bisa memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), termasuk pembinaan sosial kemasyarakatan. “Gali potensi yang ada di daerah agar bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” ingatnya. (SOFIYAN ASY’ARI)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar