Bima.-
Asisten Manajer Distribusi PLN Cabang Bima, Syarifudin, mengatakan saat ini listrik menjadi masalh bersama. Tidak hanya persoalan yang dihadapi Bima, namun secar nasional.
Dijelaskannya, sebenarnya PLN sudah mengusulkan kenaikan tarif dasar listrik. Namun tujuh tahun usulan itu belum bisa dipenuhi. Sementara kebutuhan operasional terus melambung dan tidak imbang dengan biaya tersedia untuk terus meningkatkan pelayanan.
Dijelaskannya, per 1 KWH PLN harus mengeluarkan biaya sebesar Rp1.242, sementara kepada masyarakat dijual Rp590. Dengan demikian PLN harus menanggung sebagian biaya.
Apalagi saat ini, kata dia, masyarakat banyak yang tidak berusaha menghemat penggunaan listrik. Mungkin merasa harganya murah, sehingga penggunaan listrik untuk hal tidak perlu hingga 24 jam.
“Kalau kita mau jujur, jumlah pengguna listrik diluar pelanggan hampir 20 ribu, bisa dibayangkan berapa beban yang dipikul oleh mesin,” ujarnya di Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Kamis (7/1).
Pemasangan lampu jalan oleh pemerintah, kata dia, kadang tidak melalui koordinasi. Padahal ada batan kemampuan masing-masing travo. Untuk itu dimintanya kepada dewan turut membantu menyosialisasikan masalah listrik saat ini. (PIAN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar