Kota Bima.-
Wabah Cikungunya kini mulai menyerang warga Kota Bima. Setidaknya lebih dari 100 warga lingkungan Ngaro Lo Kelurahan Penanae terserang dalam dua pekan. Gejalanya warga mengalami kelumpuhan sekatika, akibat gigitan nyamuk.
Meski sudah dua pekan warga dihantui cikungunya, belum ada penanganan dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima. dikuatirkan jika tidak cepat ditangani, korban akan terus bertambah dan meluas ke wilayah lainnya di Kota Bima.
Menurut penuturan warga, ini kali pertama Cikungunya menyerang mereka. Warga yang diserang mengalami kelumpuhan.
Aisyah salah satu penderita yang masih terbaring akibat Cikungunya. Sudah dua hari tidak bisa bangun dari tempat tidur lantaran kakinya kaku atau tidak bisa berjalan.
Demikian juga dengan Arsyad Gani (70 tahun) belum bisa bangun lantaran cikungunya. Kedua kakinya masih kaku dan kadang terasa nyeri.
Asmah cucu Arsyad mengaku gejala awal yang dialami kakeknya adalah panas tinggi. Setelah itu terasa ngilu disemua persendian terutama tangan dan kaki. “Dari pinggang hingga ke bagian bawah terasa seperti ditusuk jarum,” katanya, Senin (5/1).
Dikatakannya, cikungunya sudah dua minggu menyerang warga. Namun belum ada petugas dinas terkait yang datang mengatasi cikungunya dan korban.
Ketua RT 09 Ngaro Lo, Jaharudin, mengaku warga yang terserang lebih dari 100 orang. Namun sebagian sudah sembuh karena segera berobat. Beruntung di desa itu ada petugas Puskesmas tempat berobat. “Ada yang ke rumah sakit. Mereka yang cepat berobat, sembuhnya juga cepat,” ujarnya.
Penyebaran penyakit itu melalui gigitan nyamuk. Warga pun baru mengenal istilah Cikungunya ketika berobat. Mereka harus mengeluarkan biaya sendiri dan belum ada tindakan dari Dinas Kesehatan padahal jumlah korban terus bertambah.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyebaran Penyakit dan Pengendalian Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Bima, Sunarti, SE, mengaku belum menerima laporan tentang warga yang terserang cikungunya. Bahkan baru mengetahui hal itu dari wartawan.
“Kami akan cek dulu ke lapangan, melihat apakah gejala yang dialami warga adalah cikungunya,” katanya di Dinas Kesehatan Kota Bima, Senin kemarin. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar