Bima, Bimeks.-
Oknum anggota dewan, ISK, akhirnya diperiksa oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bima, Sabtu (16/1). Pemeriksaaan itu berlangsung sekitar dua jam. ISK sendiri membantah jika saat kejadian digerebek oleh warga.
ISK datang ke ruang BK DPRD Kabupaten Bima, sekitar pukul 13.00 Wita. Dia baru keluar ruangan sekitar pukul 15.29 Wita. Rapat BK itu dihadiri oleh Ketua BK, Muhammad Nur Jafar, Wakil Ketua BK, H Muhammad Ibrahim, Drs M Sarjan H A Gani, HM Ihsan H Abdullah, SE, serta Muhammad Hasan. Pemeriksaan itu sendiri molor sekitar satu jam setengah.
Ketua BK DPRD Kabupaten Bima, Muhammad Nur Jafar, mengatakan klarifikasi yang dilakukan terhadap ISK sebagai bentuk tindakan preventif. Apalagi anggota dewan tersebut diduga berbuat asusila.
Saat itu, kata duta PKS ini, ditanyakan apakah ada hubungan ISK dengan ANS. ISK sendiri membantah memiliki hubungan khusus. Namun diakui yang bersangkutan, jika ANS adalah tim suksesnya ketika menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu lalu.
“Demikian juga sekarang masih bergabung dengan ISK menjadi tim sukses calon bupati,” katanya usai pemeriksaan.
Sementara keberadaan ISK di kost, kata Jafar, berdasarkan pengakuannya karena ada hal yang ingin dibicarakan dengan ANS. Namun rupanya warga mencurigainya, apalagi masyarakat masih tabu pria dan wanita berdua bukan muhrim.
“Sementara pengakuan ISK surat pernyataan siap nikah itu dibuat lantaran adanya tekanan dan untuk menghindari amukan massa,” ujarnya.
Untuk mendapatkan titik terang atas persoalan ini, kata dia, pihaknya akan memanggil ANS Senin (18/1) hari ini. Demikian juga dengan pemilik kost Heru dan Sekretaris RT 12 Kelurahan Tanjung, Bahrudin. “Kami tidak akan berlaku zolim, jika benar akan dibenarkan, jika salah akan disalahkan,” tandasnya.
Bagaimana pengakuan ISK? Pria berkumis ini membantah jika saat kejadian, Kamis (14/1) dirinya digerebek oleh warga lantaran berduaan dalam kamar kost.
Dikatakannya, istrinya kerap mendapat teror dari kekasih ANS. Untuk itulah dimintanya ANS untuk menjelaskan persoalan itu ke istrinya. Pacar ANS juga sepertinya mencurigai dirinya memiliki hubungan khusus. Karena ketika istrinya didatangi, meminta ISK menjauhi ANS.
Kamis (14/1) siang, ISK mengaku bertemu dengan ANS dipertokoan Bima. “Kerena tidak enak berbicara dipinggir jalan, lantas mengajaknya ke kost di Tanjung,” tuturnya.
Ketika sampai di kost Heru, kata ISK, mereka berbicara di teras dan tidak masuk di kamar. Saat itu kepada ANS meminta agar menemui istrinya dan menjelaskan tentang siapa laki-laki yang kerap menerornya.
Saat itu juga, dimintanya ANS kembali ke Wawo untuk menemui istrinya. Menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki hubungan, termasuk menjelaskan siapa laki-laki peneror itu. Ketika berbincang itulah, datang seorang lelaki di kost tersebut.
Pria yang tidak dikenalnya itu, ingin menyelesaikan masalah dengannya. Sempat ditanyakannya masalah apa. Lantas pria itu menyuruh ANS masuk ke dalam kamar dan pergi.
Ketika pria itu pergi, dia masih di teras kost dan tidak lama berselang, datanglah banyak orang. Saat itu pihak RT dan RW mengajaknya berbiacara di ruang tamu. Namun ada yang berteriak memintanya untuk menikah dan pernyataan itu dibuatnya lantaran ada tekanan.
ISK mengaku sebelumnya juga sudah memberi keterangan seperti ini di partai dan juga Polresta Bima. (BE.16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar