Bima, Bimeks.-
Komisi III DPRD Kabupaten Bima, menemukan sejumlah kejanggalan proyek di lapangan. Hasil pentauan itu akan dibahas diinternal komisi, sebelum menentukan sikap.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bima, Drs H Mustahiq H Kako, menyatakan diantara temuan itu salah satu SD di Rabakodo Kecamatan Woha ada pekerjaan pembangunan ruang perpustakaan, tidak sesuai dengan perencanaan. Mestinya perpustakaan dibangun terpisah dengan gedung lainnya, namun kenyataannya menyambing dengan bangunan lain.
Tentunya, kata dia, biaya untuk membangun satu dinding bangunan tersisa. Disamping itu perpustakaan dengan anggaran Rp105 juta itu ketianggian pondasinya dari tanah seharusnya 40 centimeter (cm), kenyataannya hanya 20 cm.
“Alasan yang bisa dikemukakan oleh Kabid Pendidikan Dasar Dinas Dikpora Kabupaten Bima, Drs H Dahlan, hanya keterbatasan lahan,” ujarnya di DPRD Kabupaten Bima, Jumat (22/1).
Demikian juga dengan di Waduwane, ada dua lokal bangunan sekolah yang dikerjakan dengan nilai Rp140 juta. Namun tidak tuntas dikerjakan, alasannya Kabid Dikdas tidak cukup anggaran.
Bagian yang tidak dituntaskan, kata dia, adalah plafonnya. Namun, kenyataan itu berbeda dengan bangunan di sekolah lainnya, dengan anggaran yang sama bisa menuntaskan, bahklan lengkap dengan mebel.
Bangunan gedung untuk PTN di Desa Sondosia, juga temukan cornya yang tidak lurus. Demikian juga di RSUD Bima yang dibangun di Sondosia, dilantai duanya menggunakan besi kecil.
Ada juga pengerjaan talud 50 meter di dusun Mangge Kecamatan Donggo, kata dia, yang tidak bermutu. Bahkan telah memerintahkan untuk dibongkar, karena campuran semen dan pasirnya 1:8.
Dimintanya, agar perusahaan yang mengerjakan proyek tidak berkualitas dan merugikan diblack list saja. Untuk itu, sebelum pembangunan dilakukan juga harus memperhatikan berbagai aspek.
Ketua Komisi III, Ir Ahmad, menambahkan di Parado juga ditemukan pembangunan bendungan Ringincanga yang dianggap tidak terencana dengan baik. Bendungan tersebut sudah tuntas dikerjakan, namun dianggap air tidak akan bisa mengalir.
“Kami menyarankan setiap proyek harus melalui studi kelayakan dulu, selanjutnya menyusun perencanaan yang matang,” sarannya. (BE.16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar