Kota Bima.-
Warga korban gempa yang tinggal di tenda darurat di Jatibaru mulai terserang berbagai penyakit. Mereka yang terserang kebanyakn anak-anak, namun ada juga orang tua.
Andre (1,5 tahun) terserang malaria, meski kondisinya sudah mulai membaik. Bocah ini saat gempa terjadi 9 November lalu, sempat terlempar beberapa meter dari rumahnya. Saat itu rumahnya dihantam batu besar yang menggelinding dari pegunungan.
Warga lainnya, Hamdu Daya, mengaku anaknya dua pekan lalu mulai terserang penyakit cacar. Sekujur tubuhnya mulai terdapat bintik-bintik. Mereka tinggal ditenda sejak gempa mengguncang 9 November 2009 lalu. “Sudah di bawa berobat ke Puskesmas,” katanya di Jatibaru, Jumat kemarin.
Tiga kepala keluarga yang tinggal di tenda darurat menguatirkan akan munculnya penyakit lain. Apalagi terdapat anak-anak dan kemungkinan lebih mudah terserang.
Apalagi, kata Maryati, saat ini kondisi cuaca tak menentu. Belakangan ini hujan terus mengguyur dan cuaca terkadang dingin. Cuaca dingin itu dianggap tidak bersahabat dengan anak-anak.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, H Qurais H Abidin, mengatakan dalam waktu dekat akan turun ke lokasi. Hanya saja dikatakannya, jangan mengaitkan antara gempa dengan penyakit yang diderita. “Jangan mencari-cari alasan lah,” katanya di Pemkot Bima, Jumat. (BE.16)
Beras Sumbang Inflasi bulan Desember
Kota Bima, Bimeks.-
Kenaikan harga sejumlah komoditas selama Desember 2009di Kota Bima, memicu terjadinya inflasi 0,24 persen. Hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 123,47 pada November menjadi 123,77 pada Desember 2009.
Kepala BPS Kota Bima, Ir Lalu Supratna, mengatakan inflasi yang terjadi karena kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,53 persen. Pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0.10 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen.
Sementara pada kelompok sandang 0,51 persen dan kesehatan 0.96 persen. Kelompok pendidikan, rekreasi dan olehraga, kelompok transpor, komunikasi serta jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas yang memberi sumbangan inflasi adalah beras 0,2023 persen, cumi-cumi 0,0506 persen. Emas perhiasan 0,0404 persen, bawang merah 0,0361 persen. “Selain itu gula pasir 0,0199 persen, wortel 0,0165 persen dan lainnya,” ujarnya dalam laporan resmi ke redaksi Bimeks, Jumat kemarin. (PIAN)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar