Kamis, 14 Januari 2010

Diduga Mesum Oknum Anggota Dewan Digrebeg Warga

Kota Bima, Bimeks.-
Warga RT 12 Kelurahan Tanjung Kamis (14/01) sore kemarin gempar. Oknum anggota DPRD Kabupaten Bima, Isk digrebeg warga disebuah kamar kost setempat bersama seorang mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi di Bima. Keduanya selamat dari amukan massa setelah diamankan warga lainnya.
Informasi di TKP, Isk datang ke kamar kos tersebut sekitar Pukul 16.00 Wita. Sementara mahasiswi yang diketahui berinisial Ans, menyusul beberapa menit kemudian. Gelagat dua pasangan itu tercium warga.
Sekitar satu jam kemudian, Sekretaris RT 12 Kelurahan Tanjung Bahrudin langsung menggerebeg salah satu kost. Kepada wartawan Bahrudin mengaku saat penggerebekan berlangsung, bersama sejumlah warga. “Keduanya sempat tidak mau keluar kamar,” ujarnya.
Diceritakannya, sempat terjadi saling tarik pintu antara warga dengan oknum anggota dewan dari PPP itu. Setelah diancam, akhirnya oknum wakil rakyat itu keluar kamar bersama wanita Ans. Saat ditanya, keduanya berkelit dan mengaku hanya ngobrol biasa di akmar.
Karena tidak percaya, pihak RT akhirnya membuatkan surat pernyataan yang isinya kedua pasangan tersebut bersedia menikah Minggu (17/01) mendatang. “Setelah surat itu ditanda-tangani, kami akhirnya lepas,” ujarnya.
Isk pun kabur menggunakan sepedamotor. Hanya saja, Ans menolak keluar kamar. Warga pun kian ramai datang dan sempat mendorong pintu pakar kost.
Pantauan Bimeks di lokasi, sekitar Pukul 18.00 Wita, warga semakin berjubel di sekitar kost milik Heru tersebut. Bahkan mereka mengancam menghakimi Ans jika keluar dari kamar.
Ans yang sempat ditanya kehadirannya di kost tersebut, mengaku hanya curhat kepada oknum Anggota Dewan tersebut karena saat itu ia sedang menghadapi masalah dengan pacarnya. Status hubungan dengan Isk, diakui hanya sebatas teman. “Saya kenal dia saat kampanye,” ujarnya ketus. Pengakuan lain, Ans terlibat dalam tim pemenangan salah satu kandidat Calon Bupati. Pertemuannya dengan Isk, dengan harapan bisa diperjuangkan mendapat SK CPNSD. Dalam posisi menutup wajah dengan jilbabnya, Ans sempat depresi dan mengancam bunuh diri. Selain berstatus Mahasiswi, Ans diketahui sebagai tenaga sukarela salah satu sekolah di Kecamatan Wawo.
Di luar kamar, warga semakin ramai sembari berteriak agar Ans keluar kamar. Akhirnya sekitar Pukul 19.00 Wita, Ans berhasil diamankan sejumlah petugas Polresta Bima.
Secara terpisah, Isk yang dihubungi via HP juga berkelit. Isk mengaku di dalam kamar hanya bincang biasa dengan Ans. “Tidak ada apa-apa kok, hanya ngobrol biasa saja,” ujarnya singkat.
Sebaliknya, dia mengaku di jebak saat berada di dalam kamar, karena saat itu ia hanya mendengarkan curhat Ans.
Bagaimana dengan surat pernyataan harus menikah? Anggota dewan itu mengelak. “Ah, itu kan hanya surat pernyataan saja. Saya di jebak,” jawabnya. (BE.16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar