Kota Bima, Bimeks.-
Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dinas Dikpora Raba Kota Bima, Drs Sarifudin Jafar, yang juga pembina PGRI Raba, mengaku mestinya sikap yang dikeluarkan oleh PGRI bersifat kolektif. Tidak hanya melibatkan sebagian dalam mengambil sebuahy keputusan.
Sarifudin juga mengaku reaksinya saat demo, bukan lantaran guru yang menyuarakan aspirasi. Namun, lantaran tersinggung dengan pernyataan Ketua PGRI Kota Bima, Drs H Sudirman.
“Saat itu dikatakan kalau KCD-KCD janganlah munafik, sehingga membuat saya tersinggung. Saya juga keberatan jika dikatakan mengamuk seperti yang diberitakan media, karena kenyataannya saya tidak sampai mengamuk, hanya mengacungkan telunjuk saja,” katanya di kantor KCD Raba, Kamis (14/1).
Diakuinya, atas pernyataan itu KCD lainnya tersinggung dan hendak melaporkan ke polisi. Hanya saja disarankannya hal itu tidak dilakukan, apalagi Sudirman juga menyampaikan maaf saat orasi.
Dikatakannya, agar PGRI tidak mengeluarkan sebuah keputusan, tanpa ada pembicaraan bersama. Karena PGRI sendiri bukan dimiliki oleh seorang atau sekelompok saja.
Apalagi sebelumnya, ada dua wakil ketua PGRI Kota Bima, mengundurkan diri. Mestinya persoalan internal dulu yang dibenahi. Apalagi kini lima pengurus cabang juga menyatakan mundur dari kepengurusan. “Ini menandakan kemampuan PGRI Kota Bima dalam mengorganisir pengurus masih sangat lemah,” katanya.
Jangan sampai, kata dia, keputusan yang hanya ada dipicuk pimpinan dianggap sebagai keputusan mutlak. Mestinya pengurus PGRI lainnya bisa dilibatkan semua, termasul tingkat cabang, bukan langsung mengeluarkan kebijakan dan harus diikuti.
Mestinya, kata dia, pemimpin organisasi dapat menjadi penghubung antar lembaga dengan anggotanya. Terpenting memperkuat loyalitas pengurus, serta mampu bermintra dengan pihak lain termasuk pemerintah. (BE.16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar