Senin, 25 Januari 2010

Rekan Wanita Oknum Anggota Dewan dari PPP Beri Keterangan

Bima, Bimeks.-
Setelah Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bima melayangkan beberapa kali panggilan, akhirnya ANS datang. Mahasiswi bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi itu tiba di kantor dewan sekitar pukul 10.09 Wita. Hanya saja, BK meminta keterangannya usai shalat Jumat.
Sebelum diperiksa BK, sejumlah wartawan lebih dulu melayangkan sejumlah pertanyaan. Meski dikerumuni pemburu berita dan jempretan kamera, namun tak terlihat grogi. Tak juga berusaha untuk menutup wajah, seperti saat peristiwa terjadi di salah satu kost di Kelurahan Tanjung. Dia mengaku menghilang beberapa hari, kerana menenangkan diri di Mataram.
Dari keterangan ANS, terdapat perbedaan kesaksian dengan ISK, oknum anggota dewan dari PPP. Jika sebelumnya ISK mengaku sebelum ke kost lebih dulu bertemu dipertokoan, namun dibantah oleh ANS.
Sebelum kejadian, kata dia, ISK menghubunginya. Hanya saja saat itu sedang kuliah. Meski sempat menerima telepon ISK, namun tidak terlalu jelas apa yang dibicarakan dan hanya mengiyakan saja.
Usai kuliah, kata ANS, hendak pulang ke Wawo, namun lapar, akhirnya mencari tempat makan. Ketika mengendarai motor di sekitar pertokoan Bima, dilihatnya ISK mengendarai motor. Lantas mengikutinya, hingga tibalah di kost.
ISK rupanya telah masuk ke kamar kost. Sempat ditanyanya seorang ibu di dekat kost, apakah melihat seorang pria berumur. Ibu yang ditanyainya menyatakan telah masuk ke kamar dan lantas menyusul.
Beberapa kali dipanggilnya ISK, namun tidak ada sahutan. Ketika menyingkap horden, dilihatnya ISK istirahat dan sempat keget melihat kehadirannya. “Saat itu sempat terjatuh, seperti mau pingsan. Saya mau menolang, namun ditolaknya dan meminta saya pulang,” katanya.
Sekitar lima menit, kata ANS, datanglah beberapa orang dan memintanya tidak keluar kamar. Dia mengaku mengira itu adalah pemilik kost dan datanglah pihak RT dan RW. Mereka diminta untuk menikah, karena didapati berdua dalam kamar, sementara bukan muhrim.
ANS mengaku mebuntuti ISK, lantaran ingin menyelesaikan persoalan. Beberapa hari terakhir, dirinya diteror oleh seseorang agar menjauhi ISK. Bahkan mengancam hendak membunuhnya dan ingin meminta ISK melacak siapa yang menerornya itu.
Dia juga mengakui, keberadaannya di dalam kamar kost itu karena kesalahannya. ANS membantah, jika telah berjam-jam di dalam kamar, termasuk menepis jika telah berbuat tak senonoh.
Dikatakannya, tidak ada hubungan istimewa dengan ISK. Meski saat Pemilu Legislatif dulu, sebagai tim sukses. Teror itu sendiri mulai ada, ketika pulang dari mengikuti pelantikan Tim sukses salah satu bakal calon di Bolo bersama ISK.
Penandatanganan pernyataan nikah itu, kata dia, lantaran adanya tekanan hendak diamuk massa. Untuk menghindari hal itu, sehingga dibuat pernyataan. Hanya saja mengaku ditinggalkan di kost itu dan selenjutnya datanglah massa lebih banyak, sementara ISK telah pergi.
Pengakuan ISK sebelumnya, keduanya bertemu di pertokoan Bima. Karena hendak menyelesaikan persoalan, mengajak ANS ke kost Heru. Mereka pun berbicara di teras dan tidak masuk dalam kamar.
Pengakuan ISK, meminta agar ANS mendatangi istrinya yang diteror, karena menduga memiliki hubungan. Tidak lama berselang, seseorang datang ke kost hendak menyelesaikan persoalan dengannya. ANS pun disuruh masuk dan beberapa saat datanglah pihak RT dan RW. (BE.16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar