
Bima.-
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Bima, Drs H Zainul Arifin dan Drs H Usman AK (ZAMAN), optimis akan mendapatkan Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politik. Apalagi, Zainul mengelaim telah mendapat restu dari Ketua Majlis Pertimbangan Partai (MPP) Prof Dr H Amin Rais.
Optimisme itu, kata Abuya sapan akran Zainul, karena telah intens membangun komunikasi politik dengan partai berlogo matahari itu. Tidak hanya ditingkat DPD dan DPW, tapi juga DPP. Selain bertemu Amin, Abuya juga mengaku bertemu dengan Paman Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa, yang memiliki menantu orang Wera.
“Pak Amin waktu bertemu dengan saya berumpah mendukung saya, apalagi saat itu hari Jumat dan meminta saya agar menjadikan Bima sebagai daerah Islam,” ujarnya mengutip apa yang disampaikan Amin Rais, Rabu (3/1).
Bahkan mengaku saat di Jakarta satu mobil dengan Jabir, Ketua DPW PAN NTB. Saat itu juga mengaku mengetahui jika Drs H Syafruddin HM Nur, MPd juga ke Jakarta untuk bertemu Amin dan Hatta.
Dipastikannya, ZAMAN tetap akan ikut dalam Pemilukada 7 Juni mendatang. “Saya sudah berupa maksimal untuk mendapatkan PAN, untuk itulah saya optimis, bahkan hingga 99,99 persen. Meski Allah yang menjadi penentu,” ujarnya di kediamannya, di lingkungan Salama Kelurahan Nae.
Kini, kata dia, tinggal menunggu rapat pleno di perluas PAN. Dalam Pedoman Organisasi (PO) bila tidak ada kata sepakat antara DPD dan DPW, maka persoalan itu bisa diambil alih oleh DPP. Optimismenya mendapatkan PAN, karena telah mengikuti mekenisme partai, sementara lainnya ada yang tidak.
Dia mengaku tak pernah gusar, ketika ada yang “memborong” partai politik sebagai kendaraan. Justru kenyataan itu dianggapnya sebagai sinyal kemenangan. “Kalau yakin menang, tidak perlu main borong partai. Saya sendiri cukup butuh dengan rakyat saja. Memborong itu juga sama dengan kuatir kalah,” katanya.
Maju menjadi bakal calon bupati Bima bersama H Usman AK, tidak hanya tersedia melalui jalur partai politik. Namun ada juga melalui mekenisme jalur independent. Apalagi telah memiliki tim yang cukup banyak dan tersebar disemua desa. “Lewat jalur independent pun bisa dan saya pasti akan ikut,” katanya.
Di tiap desa, kata dia, terdapat tim sebanyak 200 orang. Bahkan jumlah SK Tim yang telah dikeluarkan sebanyak 51 ribu. Jumlah itupun diyakini akan terus bertambah, sehingga jika melalui jalur non partai tidak terlalu sulit baginya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar