Kota Bima.-
Dunia dunia pendidikan di Kota Bima patut berbangga, kini Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) I Kota Bima bertaraf Internasional. Perubahan status madrasah ke taraf Internasional itu berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor DT.I.I/PP.00/19/2010 tertanggal 12 Januari 2010.
Kepala MTsN I Kota Bima, Mansyur, SAg, mengatakan keputusan pusat tentang konversi madrasah unggulan jadi taraf internasional, menjadi kebanggan tersendiri. Apalagi madarasah yang dipimpinnya yang pertama menyandang status itu di Pulau Sumbawa dan urutan pertama di NTB.
Menyandang madrasah bertaraf internasional, ujarnya, bukan rintisan sesaat saja, namun melalui proses panjang. Penilaian pusat itu kemungkinan setelah melihat berbagai prestasi yang disandang sekolah. Termasuk nilai kelulusan siswa masuk rata-rata nasional.
“Sejak 2009 lalu MTsN I Kota Bima dalam proses kegiatan belajar mengajar sudah menggunakan bahasa asing, yakni Arab dan Inggris,” ujarnya di MTsN I Kota Bima, Jumat (5/2).
Dalam hal prestasi, kata Masnyur, siswa kerap mengukir prestasi tingkat nasional. Bahkan salah satu sekolah yang terpilih oleh Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk diteliti bagaimana model pembelajarannya. “Kami juga tidak tahu bagaimana UPI mimilih MTsN I Kota Bima dari sekian sekolah di Indonesia untuk meneliti pembelajaran,” ujarnya.
Pihak UPI, langsung memberi soal tes pada siswa dan mengawasinya sendiri. Namun, UPI sendiri belum mengirimkan apa hasil penelitian mereka.
Sebelumnya, kata dia, pada 1998 MTsN I Kota Bima, menyandang status madrasah model dari Menteri Agama saat itu. dari status model, madrasah terus berbenah meningkatkan mutu pendidikan dan ingin menjadi yang terbaik di NTB.
Untuk tahun ini, kata dia, ada 100 siswa yang akan diterima di kelas Internasional. Diharapkan nantinya, masing-masing orang tua dapat memfasilitasi anaknya dengan satu unit laptop. Pasalnya, proses pembelajaran berbasis IT.
Dengan status Internasional ini, kata dia, berbagai pembehanan akan terus dilakukan. Seperti melengkapi sarana dan prasarana dan kini MTsN Kota Bima mendapatkan anggaran Rp2 miliar dari APBN. Termasuk menunjuk Mantan Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, Drs H Sukri, Msi, sebagai konsultan madrasah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Suminto, menambahkan karena pembelajaran di MTsN I Kota Bima mulai berbasis IT, maka guru pun dibiasakan untuk menguasai tehnologi. Rancangan kurikulum juga inovatif, sehingga merangsang siswa untuk kreatif. “Siswa ketika melihat tehnologi membuat mereka tertarik dan berkinginan mencoba dan inilah yang menambah minat belajar siswa,” terangnya.
Pembelajaran juga, kata dia, berbasis siswa. Bagaimana dalam proses belajar mengajar, siswa lebih aktif. Disamping itu guru juga membuat Lembar Kerja Sendiri (LKS) dan ini telah berjalan selama dua tahun. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar