Selasa, 09 Februari 2010

Zaman akan Dikukuhkan jadi Kader PAN?

Bima.-
Rabu (9/2) besok Dewan Pengurus Daerah (DPD) PAN Kabupaten Bima, akan mengukuhkan dua orang menjadi kader partai tersebut. Pengukuhan rencananya akan dilaksanakan di lapangan Kara atau Paruga Nae Bolo.
Siapa yang bakal dikukuhkan menjadi kader PAN, hingga digelar acara khusus? Informasi yang dihimpun Bimeks dari internal PAN adalah Zainul Arifin dan Usman AK yang bakal dikukuhkan.
Dari sumber yang diperoleh Bimeks, dikukuhkannya Zainul dan Usman sebagai kader PAN, karena keinginan DPP PAN yang menginginkan kader maju dalam Pemilukada 7 Juni mendatang. Disamping itu, DPP meminta agar DPD melanjutkan mekanisme yang ada.
Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudi, SE, membenarkan ada dua orang yang akan dikukuhkan menjadi kader. Namun, tidak disebutkannya dua nama tersebut.
“Jelasnya kami tidak bisa manghalangi orang yang ingin menjadi kader PAN. Apalagi figur ini dianggap bisa membesarkan partai,” katanya sembari tersenyum kepada wartawan di DPRD Kabupaten Bima, Senin (8/2).
Ady juga membenarkan jika DPP menginginkan DPD melanjutkan mekanisme yang sudah berjalan. Mengenai DPP yang mengharuskan kader PAN tak ditanggapinya. Meski sejak awal PAN menginginkan kader sendiri ikut serta.
Mengenai rencana pemanggilan ZAMAN oleh DPP PAN, Ady mengaku belum mengetahuinya. Namun dipastikannya rapat pleno diperluas akan dilaksanakan secepatnya. “Belum ada rekomendasi apa-apa terhadap bakal calon,” ujarnya.
Adanya kliam figur tertentu, kata dia, sebagai hal yang wajar saja. Karena semua menginginkan PAN sebagai kendaraan politik. Hanya saja bukan DPD yang menjadi penentu akhir, namun tingkat DPW. Pasalnya, rapat pleno diperluas nanti akan memutuskan dua pasangan calon.
Informasi pemanggilan Zaman oleh DPP PAN, rupanya tercium juga oleh figur lainnya yang ikut mendaftar di PAN. H Achmad H Abbas, mengaku kaget karena DPP tidak memanggil semua yang mendaftar di partai.
Kenyataan ini, kata dia, bisa mengindikasikan sebelum rapat pleno diperluas digelar, telah dieksekusi sebelumnya. Apalagi yang informasi yang diperolehnya ZAMAN dianggap memiliki nama di masyarakat Bima berdasarkan hasil survey.
Jika itu yang menjadi patokan, kata dia, maka visi dan misi menjadi formalitas saja. Meski diakunya wajar Zainul dan Usman dikenal masyarakat, pasalnya mereka sebelumnya pernah menjabat sebagai bupati dan Usman masih sebagai wakil bupati.
“Kami figur lain yang belum menjabat sebagai bupati, tentu tidak bisa dibandingkan dengan mereka. Karena pernah atau sedang menjabat, jika itu alasan penentuan bakal calon, maka mereka saja yang bisa menjadi calon yang lain tidak,” ujarnya.
Menurutnya, partai harus melihat visi dan misi serta program figur. Apakah programnya cukup rasional bisa dicapai atau tidak. Selain itu, melihat sikap amanahnya.
Disamping itu, kata dia, jangan sampai penentuan juga ujung-ujungnya berapa besar partai bisa dibayar. Jika seperti itu, maka sebaiknya sejak awal bakal calon ditanya berapa dana yang dimiliki. Tidak perlu menunggu proses yang panjang, namun akhirnya prosesnya lain.
Sementara Ady Mahyudi sendiri menyatakan proses penentuan bakal calon melihat visi dan misinya. Selain itu hasil survey yang dialkukan oleh tim penjaringan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar