Selasa, 09 Februari 2010

Hingga Juni, Stok Beras Aman

Kota Bima.-
Stok beras yang dimiliki Bulog Divre II Bima, hingga 8 Februari 2010 mencapai 5.881 ton. Jumlah itu dinilai aman, hingga Juni mendatang. Masyarakat diminta untuk tidak menguatirkan akan ketersediaan beras di Bima. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bulog Divre II Bima, Efdal MS, kepada Bimeks, Senin (8/2).
Dikatakannya, dibandingkan tahun sebelumnya, stok yang dimiliki terkadang untuk kebutuhan dua hingga tiga bulan. Namun, kini stok tersebut tercatat mulai Desember 2009 hingga Juni 2010. “Angka stok beras ini sangat aman,” bebernya.
Apalagi, kata pria asal Sumatera ini, akhir Maret mendatang akan panen, sehingga bisa menambah stok di gudang Bulog. Penen tersebut juga diharapkan kian menyetabilkan harga beras di pasaran.
Kenaikan harag beras beberapa waktu lalu hingga Rp6.500 per kilogramnya dinilai karena beberapa faktor. Namun lebih pada faktor alamiah, mengingat Desember 2009 hingga Maret 2010 masuk masa tanam, bahkan kadang ada yang belum menanam padi.
Selain itu, kata dia, kemungkinan stok gabah yang dimiliki masyarakat sendiri mulai habis. Mereka pun beralih membeli di pasaran. Karena permintaan mulai meninggi, sehingga penjual menaikkan harga.
Faktor lainnya, kata Efdal, kemungkinan setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan. Inpres itu mulai berlaku 1 Januari 2010 lalu.
Harga gabah kering panen yang dijual ke Bulog seperti diatur dalam Inpres tersebut Rp2.640/kg. Untuk kering giling Rp3.345/kg dan harga beli beras Rp5.060/kg. Tahun lalu harga beli beras oleh Bulog Rp4.600 atau naik 10 persen.
Namun, kata dia, harga beras dipasaran mulai stabil setelah operasi pasar (OP). Kini harganya mulai Rp5.700 hingga Rp5.400. Beras medium yang dilepas Bulog ke pasaran saat OP sekitar 20 ton.
Selain OP, ujarnya, stabilnya harga beras sangat dipengaruhi oleh distribusi beras raskin ke masyarakat. Kini di wilayah Kabupaten dan Kota Bima mulai berjalan normal, baik distribusi maupun pembayaran.
Diharapkannya, kepala desa dan lurah lancar melunasi raskin. Apalagi Bima urutan ke tiga di NTB yang lancar dalam hal pembayaran dan distribusi. “Mudah-mudahan di 2010 bisa seperti 2009 atau lebih baik lagi,” harapnya. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar