Rabu, 10 Februari 2010

Mayoritas Peserta Rapat PAN Tolak Ferry

Bima, Bimeks.-
Rapat harian di perluas DPD PAN Kabupaten Bima yang diikuti DPC dan DPW berlangsung alot, Rabu (10/2). Alotnya pengerucutan nama yang akan dibahas dalam rapat pleno diperluas nanti, ketika mayoritas peserta menolak memasukkan nama Ferry.
Namun, akhirnya rapat yang dipimpin oleh Ketua Bapilu DPW PAN NTB, Hasbullah, SE, memutuskan nama yang dikerucutkan adalah H Zainul Arifin- H Usman AK (ZAMAN) dan H Ferry Zulkarnain, ST. Hanya saja penyertaan nama incumbent itu disertai catatan, yakni tidak dikehendaki mayoritas peserta rapat.
Sejak awal rapat, sejumlah peserta ada yang menginginkan pengerucutan nama, hanya satu pasangan. Namun ada juga yang menghendaki dua, karena sesuai dengan mekanisme partai. Atas usul tersebut, ada yang menyepakatinya untuk mengerucutkan dua nama bakal calon bupati.
Pengurus DPD PAN Kabupaten Bima, Sukrin HT, SPd, MPd, sebelumnya menegaskan PAN harus berdiri sendiri dan tidak mengekor pada partai lain. Apalagi PAN saat ini menjadi primadona dan mengajak semua komponen partai matahari terbit untuk bersatu.
Muhammad Aminnurllah, SE, Pengurus DPD lainnya langsung mengusulkan pasangan Zaman dan H Achmad H Abbas untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat pleno diperluas. Usulan sama disampaikan oleh H Amin Adam, Ketua Bapilu DPD PAN.
Alasan Amin mengerucutkan nama Zaman dan Achmad, karena Ferry telah resmi menggandeng Syafruddin sebagai pendamping. Sementara Syafruddin sendiri tidak lolos dalam tahap penjaringan.
Sebelumnya, kata dia, Ferry ditawarkan berpasangan dengan Najamuddin, namun tidak direspon. Zainul sudah dikukuhkan menjadi kader PAN di Bolo, Rabu kemarin. Apalagi selama Abuya menjadi bupati, banyak menguntungkan PAN. “Mudah-mudahan Zainul nanti menang,” harapnya.
Namun, ada juga yang menginginkan agar mengusung satu pasangan calon saja, yakni Zaman. Sehingga proses rapat kemarin menjadi final dan tidak perlu lagi menguras energi. Keinginan lain mengusulkan paket Zainul dan Nazamuddin dan Abbad dan Ir H Ihsan, MM.
Hanya saja, Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon, Syarif Ahmad, MSi, berpatok pada hasil survey dan mengusulkan Zaman dan Ferry. Pasalnya, berdasarkan hasil survey tersebut, keduanyalah yang mendapat poin tertinggi.
“Hal ini juga mengacu pada Pedoman Organisasi yang mengharuskan mengusung dua paket dengan melihat mekanisme yang ada. Berdasarkan hal itu, maka saya usulkan Zaman dan Ferry,” usulnya.
Hal itu juga mendapat dukungan dari Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Ady Mahyudi. Dikatakannya, PAN tidak boleh menafikan hasil survey dan mengusulkan Zaman dan Ferry. Hanya saja Ferry diberi catatan, dalam rapat tersebut, sebagian besar forum tidak menginginkannya.
Selain memenuhi mekanisme untuk pengusulan dua nama, tapi juga DPD PAN sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan di media dan diketahui publik dari tiga nama dikerucutkan menjadi dua. “Syafruddin juga tidak mungkin diterima DPP, karena tidak mengikuti semua mekanisme penjaringan di PAN,” ujarnya.
Ketika nama Ferry disebut untuk diusulkan dalam rapat pleno diperluas, sejumlah peserta bereaksi keras. Meski forum cenderung ke Zaman, ada kekuatiran DPW mengalihkan dukungan ke Ferry.
Saat itu, Hasbullah dari DPW yang memimpin rapat mengatakan putusan yang dihasilkan oleh rapat, harus obyektif. Bukan berangkat dari subyektifitas dan harus mengacu pada mekanisme dengan mempertimbangkan hasil survei.
Rapat harus mengusulkan dua nama dan jika mengacu pada survey maka Zaman dan Ferry yang diusulkan. Meski sempat mendapat reaksi keras, karena tetap mengusulkan nama Ferry. Namun akhirnya peserta dapat menerima, setelah pimpinan rapat memberi keyakinan hasil putusan nanti, tidak akan keluar dari kehendak DPD. (BE.16)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar