Selasa, 16 Februari 2010

Panwaslucam jangan Masuk Angin


Bima.-
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kecamatan, diingatkan agar tidak masuk angin. Jika itu terjadi, maka semua bisa demam dan jatuh sakit. Hal itu diingatkan oleh Ketua Panwaslu Kabupaten Bima, Muhammad Amin, SH, MH, saat melantik anggota Panwaslucam se Kabupaten Bima, Senin (15/2).
Diingatkannya juga, Panwas adalah lembaga yang bertugas untuk mengawal jalannya demokrasi. Jangan sampai pelaksanaan pesta demokrasi tidak sejalan dengan Undang-undang (UU).
“Demokrasi itu mahal. Tapi anggaran Panwaslu sendiri tidak dimasukkan dalam APBD, meski demikian Pemda sedang mengupayakannya,” ujarnya di Paruga Parenta.
Selain itu, dipesankannya pada 54 anggota Panwaslucam untuk menjaga netralitas, mengingat banyaknya kepentingan. Tidak bersikap diskriminatif dalam menjalankan tugas.
Semua pihak juga, dimintanya dapat memahami asas Pemilu itu sendiri. Jika semua bisa memahami asas Pemilu yang jujur, adil dan demokratis, maka bisa saja Panwaslu tidak diperlukan lagi. Hanya saja untuk mencapai ke arah tersebut, dibutuhkan kedewasaan berdemokrasi.
Anggota Panwas juga dimintanya untuk bertanggungjawab dalam pelaksanaan Pemilukada 7 Juni mendatang. Semua harus berjalan aman, tertib dan jujur, karena ini menentukan nasib daerah lima tahu kedepannya.
Mengenai atribut bakal calon yang banyak bertebaran, kata dia, belum bisa ditertibkan dan belum digolongkan mencuri jadwal kampanye. Pasalnya, mereka belum resmi terdaftar sebagai bakal calon di KPU.
Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Bima, Drs H Abdul Manaf M, SH, berharap Pemilukada 7 Juni mendatang menjadi yang terbaik. Apalagi saat ini memasuki masa transisi demokrasi dengan pergantian pemerintahan daerah. “Semoga pergantian pemerintahan di daerah ini berjalan damai.
Panwas harus menjadi wasit yang baik. Tidak berpihak pada kontentan tertentu,” harapnya.
Panwas sebagai pengawas, katanya, harus menindak mereka yang melakukan pelanggaran Pemilu. Memantau pelaksanaan Pemilu mendatang, hingga sukses. Meski kesuksesan Pemilu juga ditentukan dari dukungan masyarakat.
Pemkab sendiri, katanya, tetap akan memberi dukungan terselenggaranya Pemilukada. Mengenai tidak adanya anggaran Panwaslu dalam APBD, sedang diupayakan. Telah disiapkan dana untuk menyukseskan terselenggarannya kerja Panwas. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar