Bima.-
DALAM pelaksanaan Pemilukada ini, dihimbaunya masyarakat Bima tetap tenang. Biarkan pelaksanaan Pemilu berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada. Tidak menciptakan instabilitas di daerah ini. “Masing-masing kandidat tidak usang saling menghujat atau membuat suasana panas,” harapnya di kediamannya lingkungan Salama Kelurahan Nae, Rabu kemarin.
Abuya menyadarai belakangan ini banyak diterpa isu. Seperti tidak akan mendapatkan kendaraan politik. Diherankannya juga, mengapa pihak lain bersibuk ria dengan urusan orang lain. “Saya juga diisukan tidak memiliki amunisi. Apa urusan orang dengan amunisi saya. Oarng sudah tahu saya tidak punya apa-apa, kalau ada yang tiba-tiba punya apa-apa, perlu dipertanyakan,” ujarnya.
Ada juga, katanya, yang menghembuskan isu, bahwa dia tidak mendapat restu sang istri. Diherankannya lagi, bagaimana orang mengetahui urusan rumah tangganya. Apakah yang menyebarkan isu pernah bertemu dengan istrinya. Padahal sebelum maju, telah bermusyawarah dengan keluarga besar, termasuk istri dan semua merestui.
Malah, kata mantan bupati Bima ini, atas dorongan istrinyalah munculnya Surat Edaran tentang jilbabnisasi di Bima. Bahkan ada satu harapan istri yang belum diwujudkan, yakni mengangkat penyuluh agama di tiap desa. Harapan itu akan akan diwujudkan, jika terpilih nantinya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar