Senin, 04 Juli 2011

Proyek PLTU Ditargetkan Rampung Juni 2012

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Bontu, akan ditargetkan tuntas Juni 2012 mendatang. Untuk mempercepat penyelesaiannya, salah satunya dengan menambah tenaga kerja, dari sebelumnya 200 menjadi 300 orang.

KKN STIT Bima Siap Dukung Magrib Mengaji

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, melepas 237 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN), Sabtu (2/7). Mereka ditempatkan di empat Kabupaten dan Kota, yakni Kota Bima, Kabupaten Bima, Dompu, dan Sumbawa. Mereka siap mendukung program pembumian Alquran dan Magrib Mengaji.

Sabtu, 25 Juni 2011

Tertikam (IV)

jangan berkata
ketika elang kehilangan bulu sayap
jangan bertanya
katika laut tak brerombak
jangan teriak

Kamis, 23 Juni 2011

Ada Warga Bima Terancam Hukuman di Arab Saudi?

Kota Bima.-
Informasi mengenai adanya 303 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Arab Saudi terancam hukuman, kemungkinan ada asal Bima. Meskipun dari informasi yang ada tidak ada beralamat Bima. Hal itu dikatakan Perwakilan International Organization Migration (IOM) Bima-NTB, Irwan, Kamis (23/6).

Musda PAN Kabupaten Bima Batal Dihelat

Bima.-
Di undangan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima, tertera jam acara pukul 07.00 Wita. Gedung KONI Kabupaten Bima jalan Soekarno Hatta, sudah tertata rapi. Spanduk besar terpampang bertuliskan Musda dengan latar foto Ketua DPP PAN, Hatta Rajasa dan Ketua DPW PAN NTB. Di sepanjang jalan baik Kota dan Kabupaten Bima ribuan atribut bendera berlambang matahari itu telah terpasang beberapa hari.

Sukrin: Pembatalan Musda karena Ada yang tak Siap Kalah

PEMBALATAN Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima, mengecewakan para pendukung Ady Mahyudi. Sekitar 160 pemilik suara telah berkumpul di kediaman Ady Mahyudi sehari sebelumnya.

Tertikam (III)

Ditikam waktu
jiwaku terancam

Selasa, 21 Juni 2011

Tertikam (II)

senja datang
ombak menampar
aku terinjak

Tertikam (I)

bangunkan aku
saat matahari belum menyembul
bangunkan aku

Sabtu, 18 Juni 2011

STIT Bima Siap Memenuhi Kebutuhan Guru Agama

Kota Bima.-
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, siap memenuhi kebutuhan guru agama di Bima. Apalagi, kebutuhan tenaga pendidik agama Islam tak hanya untuk madrasah, namun juga sekolah umum. Apalagi STIT sendiri telah memeroleh akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT).

Waspadai Kasus Perdagangan Manusia di Bima

Kota Bima.-
Kasus perdagangan manusia (trafficking) yang berkedok bekerja di luar negeri perlu di waspadai. Karena bukan uang yang akan diperoleh, namun perlakuan tidak manusiawi. Peringatan itu disampaikan Direktur HISDI Bima, Irwan, yang juga perwakilan International Organization Migration (IOM) Bima.

Pasar Penyumbang Besar Uang tak Layak Edar

Kota Bima.-
Pasar adalah tempat transaksi perdagangan yang banyak perputaran uangnya. Namun, pasar juga menjadi penyumbang besar uang tak layak edar. Itu terjadi, karena perlakuan terhadap uang, memungkinkannya rusak.

Jumat, 17 Juni 2011

Polisi Terima Laporan Dua Gadis Hilang

Kota Bima.-
Kepolisian Resor (Polres) Bima Kota menerima laporan dua gadis hilang oleh keluarganya. Mereka adalah Khusnul Khatimah (17 tahun) warga RT 06 RW 03 Kelurahan Rontu Kecamatan Raba Kota Bima. Keluarga korban melaporkan siswa SMKN 3 KOta Bima ini dikepolisian awal Juni lalu.

Kamis, 16 Juni 2011

Dilaporkan Hilang, Diduga Korban Pencucian Otak


Tiga minggu sudah, Irma Suryani (20 tahun) menghilang. Sejak 3 Juni lalu, keluarganya mencari, namun hingga kini belum ditemukan. Keluarga sudah melaporkan hilangnya mahasiswa semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima ke kepolisian.

Profil

Bima, NTB, Indonesia

Saya SOFIYAN ASY'ARI. Lahir di dusun Dames Desa Kerongkong Kecamatan Sukamulia kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat 17 Maret 1979. Saat ini saya sebagai wartawan di Harian Umum BimaEkpres. Tercatat juga sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram.

Selain itu bergabung di komunitas Mbojo Journalist Club (MJC), sebuah paguyuban wartawan yang ada di Bima. Mengenal dunia jurnalistik ketika masih tercatat sebagai mahasiswa di IAIN Alauddin Makassar, sekarang UIN Alauddin.

Selasa, 03 Mei 2011

FIF Bima Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sape


Bima.-
Banjir yang menghantam Kecamatan Sape, mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan untuk memberikan bantuan. Tak terkecuali perusahaan pembiayaan sepeda motor resmi Honda, Federal International Finance (FIF) Cabang Bima.

Krida Bima Bantu Korban Banjir Sape


Bima, Bimeks.-
Sepekan lebih banjir Sape terjadi, berbagai pihak terus menyatakan keprihatinannya. Mereka juga mengulurkan bantuan untuk meringankan beban korban. Seperti halnya, Dealer Honda Krida Cabang Bima, mengulurkan bantuannya, Senin (2/5).

Selasa, 26 April 2011

GP Ansor Duga Ada Tiga Motif Teror Bom di Bima

Kota Bima.-
Teror bom yang mengguncang Kota Bima, Senin (25/4) diduga terdapat tiga motif dari pelakunya, yakni ekonomi politik, radikalisme dan sikap frustasi. Teror tersebut sebaiknya jangan dianggap biasa atau diacuhkan, namun harus diseriusi. Hal itu dikatakan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bima, Dzul Amirulhaq, dalam siaran persnya, Selasa (26/4) kemarin.

Minggu, 24 April 2011

GP Ansor Kota Bima Ingatkan Waspadai NII

Kota Bima, Bimeks.-
Maraknya pemberitaan tentang gerakan pencucian otak yang diduga dilakukan oleh Negara Islam Indonesia (NII) mengundang reaksi dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bima. Meskipun Kota Bima belum dimasuki gerakan organisasi tanpa bentuk itu, tapi tetap harus waspada. Apalagi ada mahasiswa asal Bima di Malang yang diduga ikut menjadi korban.

Rabu, 20 April 2011

Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat!

Oleh Yudhistira ANM Massardi

KOMPAS.com - Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna kepentingan industri dan membentuk mentalitas pegawai, --katakanlah hingga dua dekade ke depan--, yang akan dihasilkan adalah jutaan calon penganggur. Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur.

Jumat, 15 April 2011

Ketika Alat Transportasi Benhur Kian Tergerus

Oleh Sofiyan Asy’ari

Benhur adalah salah satu kendaraan transportasi tradisional di Bima. Beberapa tahun lalu, sarana transportasi ini menjadi banyak pilihan bagi warga. Namun kini, secara perlahan benhur tergerus oleh alat transportasi lainnya, terutama ojek. Bahkan ojek juga membuat pengusaha bemo gulung tikar.

Mencontoh Demokrasi Ala MAN 2 Kota Bima

Pendewasaan demokrasi, harus ditumbuhkembangkan sejak dini. Sekolah diharapkan dapat memberikan pendidikan baik pada siswa, karena ke depan merekalah yang akan menjadi pemimpin.

Sabtu, 02 April 2011

Juri Apresiasi Lomba Rancang Busana Tenun

Kota Bima, Bimeks.-
Pameran tenun dan batik Sasambo khas NTB, yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bima dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah, rupanya mendapat apresiasi dari juri. Dua orang penilai lomba dari Mataram, yakni Ipul Daeng H dan Joice mengaku peserta yang mengikutinya cukup besar.
Dibandingkan beberapa kali kegiatan serupa di Mataram, jumlah peminatnya kecil. Sementara kegiatan pertama di Kota Bima diikuti oleh 74 rencanangan busana. “Subhanallah, ini luar biasa. Namun dalam mengikuti lomba sebaiknya menggunakan assesoris sesederhana mungkin,” ujarnya salah seorang juri wanita, Joice di aula Pemkot Bima, tempat dilaksanakannya penilaian rancang busana, Jumat (1/4).
Ipul juga memberikan beberapa saran kepada peserta lomba rancang busana tenun dan batik NTB. Memerhatikan kriteria lomba dan memastikan mengikuti kategori yang mana. Dari situlah nantinya perancang akan menentukan desain busana yang diinginkan.
Ketua Panitia Lomba, Muhaimin, mengaku tak membayangkan jika peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup besar. Apalagi juri sendiri menilai kegiatan ini terbanyak pesertanya dibandingkan ivent sebelumnya di Lombok.
Para peserta mengaku senang dengan lomba ini, karena bisa memacu kreativitas mereka dalam membuat rancangan busana. Seperti diungkapkan Dewi Rahmawati salah satu peserta lomba rancang tenun. “Kalau bisa kegiatan ini diadakan tiap tahun, agar ada motivasi perancang Bima meningkatkan kualitas dan membuat inovasi baru,” harapnya.
Dewi sendiri membuat rancangan busana dengan tema feminism dan nyentrik. Karya-karya yang lainnya dinilainya bagus semua dan tak disangka perancang lokal bisa membuat karya seperti itu.
Ririn membuat rancangan menanggabungkan tenunan dengan bahan alam. Ia menggunakan tambahan pernak-pernik alam berupa potongan-potongan bamboo kecil, sebagai assesorisnya.
Demikian juga Fitriani, yang mengusung tema buana glamor lady, mengaku senang mengikuti kegiatan itu. Disarankannya pula kegiatan ini dapat diagendakan tiap tahunnya. Ungkapan dan harapan serupa juga disampaikan oleh Ratnaningsih, SE dan Agustini Gesuriwati.
Agustini peserta dari Dompu berharap kegiatan ini tak hanya sekali saja. Apalagi 16 perancang dari Dompu ikut serta dan menunjukkan tingginya minat mengikuti rancang busana daerah.
Kegiatan juga akan dilanjutkan dengan peragaan busana hasil karya para perancang. Rencananya peragaan akan dihelat di Paruga Nae pada Sabtu (2/4) malam. (*)

Disiapkan Dana Rp2 M untuk Pengembangan Koperasi di NTB

Bima, Bimeks.-
Untuk mendukung pengembangan koperasi di NTB, pemerintah telah menanggarkan dana sebesar Rp2 miliar. Dana pengembangan itu akan dikucurkan juga untuk koperasi di Bima. Hal itu disampaikan Kabid Kelembagaan dan Pembinaan Koperasi Dinas
Koperasi dan UKM Provinsi NTB, Sudiarsa, MM, saat acara Sosialisasi Percepatan Rapat Anggota
Koperasi (RAT) di aula PKK Kabupaten Bima, Kamis (31/03) lalu.
Sudiarna mengatakan keberadaan koperasi telah memberikan dampak nyata dalam peningkatan perekonomian masyarakat. Koperasi tak hanya lembaga yang an-sich social, tapi telah menjadi salah satu lembaga ekonomi yang strategis. Itu karena koperasi dikelola oleh masyarakat dan dimiliki oleh masyarakat.
“Bantuan dana ini harus direbut oleh seluruh koperasi yang ada tiap-tiap Kabupaten. Tentu, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi --- diantaranya sudah
pernah melaksanakan minimal tiga kali RAT dan bantuan ini dialokasikan untuk kegiatan simpan pinjam koperasi,” ujarnya seperti dikutip Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Drs Aris Gunawan dalam siaran persnya, Jumat (1/4).
Sosialisasi ini, kata Kabid Pembinaan Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Rahmatullah, SH, diadakan tiap tahunnya dengan melibatkan 70 peserta. Terdiri dari 10 peserta pembina koperasi, 50 orang pengurus koperasi se Kabupaten Bima.
Hingga 31 Maret 2011 terdapat 75 unit koperasi yang telah melaksanakan RAT. Dijanjikannya dinas terkait akan mengoptimalkan peran dalam pembinaan koperasi di daerah. (BE.16)

Jumat, 01 April 2011

Tuhan tidak Diskriminatif Memberi Potensi Menulis

Mengapa ketika mengawali tulisan sangat sulit. Apa yang harus diperhatikan, sehingga tulisan mengalir. Pertanyaan-pertanyaan itu mencuat ketika Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima, Kamis 31 Maret 20011 lalu. Pelatihan itu sendiri dihelat oleh Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

THOMAS Alfa Edison beratus kali salah ketika menyempurnakan listrik modern. Orang kebanyakan sudah menyerah pada kesempatan kedua dan ketiga. Oleh karena itu mengapa begitu banyak orang biasa dan hanya satu Edison.
Hal paling sulit dalam menulis adalah memulainya. Malas dan gampang menyerah ketika menemukan kesulitan pada awal menulis. Tidak ada yang seperti Edison yang tak gampang menyerah, ketika berbuat salah. Mencoba dan teruslah mencoba, jangan takut salah. Justru sangatlah salah, ketika kita kuatir akan hal itu.
Usman D Ganggang dan Muhammad Fikrillah, yang menjadi pembicara pada pelatihan tersebut memberikan nasehat seperti itu. Menulis tidak sukar, kata mereka.
Tuhan tidaklah diskriminatif pada hambanya. Tidak memberikan potensi menulis pada sebagian orang. Semua memiliki potensi yang sama, yang membedakannya adalah usaha. Seperti Edison. “Kemampuan menulis diperoleh melalui proses, tak ada yang instan. Tidakkah Allah menyatakan dalam Al Quran, sesungguhnya Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kalau ia tak mengubah nasibnya sendiri,” kata pembicara lainnya, Sofiyan Asy’ari.
Dengan menulis, bisa menjadi wahana penyampaian ide. “Kalau ingin menjadi penulis yang hebat, maka mulailah menulis. Tulis apa yang ingin ditulis, jangan takut salah,” tambah Usman D Ganggang.
Lebih lanjut, Usman menyatakan bagi mahasiswa menulis adalah bagian tak terpisahkan dari pengembangan profesi, seperti menjadi guru. Baginya seorang guru harus bisa memahami tentang mengajar dan menulis.
“Seorang guru yang hanya mengajar tanpa menulis dan mendesain program, sama halnya dengan ibarat balon. Kemana angin berhembus ke sanalah dia. Artisnya, kerja tanpa tujuan jelas,” ujar Usman yang membawakan materi tentang menulis artikel.
Pelatihan jurnalistik itu, rupanya tak hanya menarik minat mahasiswa, namun juga beberapa dosen menyempatkan hadir. Bahkan mereka antusias bertanya kepada pamateri, bagaimana kiat mengatasi kesulitan dalam menulis.
Kegiatan menulis dilingkungan akademik, rupanya belum popular. Tak hanya mahasiswa di Bima sebagai kaum terpelajar yang jarang menulis. Kalangan dosen pun demikian, beberapa diantara mereka mengaku sulit memulainya.
Di Bima sendiri cukup banyak media massa yang sebenarnya dapat dimanfaatkan dalam menuangkan berbagai gagasan atau ide. Banyak artikel atau opini yang dimuat di media massa, seperti Harian Pagi Bimeks, Harian Suara Mandiri, Lombok Post, dan lainnya hasil karya yang diambil dari internet. Atau melalui berlangganan Antara.
Tentu menyenangkan atau ada kepuasan sendiri, jika tulisan artikel atau opini kita bisa dimuat di media massa, sehingga dibaca orang lain. Tidaklah bangsa ini dibangun dari sebuah ide atau gagasan.
Jika kita yakin Tuhan Maha Adil, maka jangan menyalahkan-Nya ketika Anda tak bisa menulis, sementara orang lain dapat melakukannya. Perbedaannya adalah, mereka berusaha hingga potensi menulisnya terasah, sementara Anda belum memulainya.
Jadi, marilah menulis. Sekarang! Jangan ditunda. (*)

Senin, 28 Maret 2011

Muhaimin: Perlu Keanekaragaman Hasil Tenun

Kota Bima, Bimeks.-
Lambo rancang busana yang akan digelar Jumat (1/4) dan Sabtu (2/4), bertujuan agar adanya keragaman produk dari hasil tenunan daerah. Termasuk menumbuhkan ragam kreatifitas dalam pengolahan tenunan, khususnya Bima. Hal itu sampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Muhaimin, SE, yang juga Ketua Panitia lomba, Senin (28/4).
“Dengan tumbuhnya kreatifitas dalam pemanfaatan hasil tenun, diharapkan dapat meningkatkan permintaan akan kebutuhan produk dari tenunan itu,” ujarnya pada Bimeks di kantor Diskoprindag Kota Bima.
Muhaimin mengaku akan berupaya bagaimana kerajinan tenun di Kota Bima bisa lebih baik lagi, terutama dalam hal mutu dan harga. Selama ini ada kecenderungan penenun mengabaikan mutu. “Kadang tenunan yang dibuat asal selesai terkadang luntur dan mengkerut,” ujarnya.
Perilaku penenun seperti inilah, kata dia, yang perlu dibenahi. Termasuk dalam pemilihan bahan baku harus berkualitas, agar konsumen puas. Untuk itu diharapkan melalui momentum kegiatan lomba rancang busana tenunan khas NTB ini, bisa memacu kreatifitas para perancang.
Hingga kemarin, kata dia, setidaknya sudah 23 rencangan yang didaftarkan. Jumlah itu masih didominasi oleh Kota dan Kabupaten Bima, sementara Dompu rencananya 15 rancangan. “Tapi Dompu masih menyampaikan kesediaan secara lisan, belum mendaftar secara resmi,” katanya.
Selain umum, kata dia, ada juga dari beberapa sekolah yang akan ambil bagian. Namun rancanangan yang akan diikutkan sekitar dua.
Dikatakannya, juri yang akan dihadirkan tiga orang, dua dari Mataram dan satu dari Bima. Diantara penilaian lomba nantinya, yakni apakah tenunan atau batik benar-benar asli motif NTB. Termasuk design rencanangan, termasuk fashion ketika peragaan busana nantinya.
Untuk Jumat (1/4), penilaian rancangan pakaian tenun dan batik di aula Pemkot Bima. Selanjutnya Sabtu (2/4) peragaan busana hasil rancangan di Paruga Nae. Diharapkan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. (BE.16)

Achyar: PD Wawo Layu Sebelum Berkembang

Kota Bima, Bimeks.-
Kondisi Perusahaan Daerah (PD) Wawo Kabupaten Bima, belum menunjukkan perkembangan. Bahkan oleh pengelolanya sendiri menganggapnya layu sebelum berkembang.
Salah seorang Direksi PD Wawo, Achyar, mengatakan tidak berkembangnya berbagai usaha yang dimiliki, disebabkan beberapa factor. Diantaranya minimnya dukungan dari pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif.
Apalagi, kata dia, dengan adanya hasil audit BPK PD Wawo dianggap tidak layak lagi mendapat suntikan modal. Meski demikian pengelola optimis perusahaan ini akan berkembang.
“Kami optimis, jika ada dukungan dari pemerintah, dalam jangka waktu enam bulan PD Wawo bisa sehat lagi,” katanya pada Bimeks Rabangodu Utara, Sabtu (26/3).
Dukungan yang dibutuhkan, kata dia, bukan modal, namun adanya kebijakan berpihak pada PD Wawo. Selama ini dukungan kebijakan masih sangat minim. Dicontohkannya, salah satu unit usaha yang dimiliki adalah pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK). Hanya saja selama ini, instansi lingkup Pemkab Bima tak pernah membeli atau menyerahkan pengadaan ATK pada mereka.
“Semestinya ada political will dari pemerintah, agar semua instansi menyerahkan pengadaan ATKnya pada kami. Toh keuntungan yang diperoleh PD Wawo juga akan masuk ke kas daerah melalui PAD. Tapi kenyataannya tidak seperti itu,” ujarnya.
Usaha lainnya yang lumpuh, kata dia, adalah pabrik garam yodium. Pemerintah tidak memberikan suntikan adana untuk perbaikan pabrik yang ada saat ini. Bahkan gudang pabrik tak ubahnya seperti kandang ternak. “Sekarang pabrik garamnya seperti kandang sapi. Jika pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan atau rekomendasi agar kami bisa bekerjasama dengan pihak ketiga, 10 miliar rupiah pun bisa kami dapatkan,” ungkapnya.
Justru, kata dia, Pemerintah Provinsi NTB member kepercayaan kepada PD Wawo untuk mengelola anggaran senilai Rp200 juta untuk program garam yodium bagi siswa di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Dompu. “Program itu telah berjalan dua bulan dan masing-masing siswa akan mendapatkan jatah empat kilogram dan dibagi pertaham selama empat bulan,” ujarnya.
Program ini diperuntukkan bagi 40 sekolah dasar yang lokasinya jauh dari laut atau daerah pegunungan. Diharapkan dengan pemberian garam yodium, siswa akan pintar dan terhindari dari penyakit gondok.
Pabrik es di Sape, menurutnya kurag berkembang karena sejumlah factor. Salah satunya, karena musim ikan tidak selalu ada, namun ada saat tertentu. Selain itu terkadang keberadaan ikan jauh dari perairan Bima, sehingga nelayan memilih membeli es di tempat lain. (BE.16)

PD Wawo akan Kelola Mangan di Sape

PERUSAHAAN Daerah (PD) Wawo rencananya akan mengelola tambangan mangan di Desa Boke dan Batu Putih Kecamatan Sape. Perusahaan milik Pemkab Bima ini akan bekerjasama dengan pihak ketiga, bahkan telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Karya Putra Mahkota Mining.
Direksi PD Wawo, Achyar, berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, agar kerjasama pengtelolaan tambangan mangan bisa berjalan. Pihaknya tidak membutuhkan dukungan modal dana, namun hanya kebijakan.
“Pihak ketika siap mendanai pengelolaan tambang ini, jika Pemkab Bima memberikan kemudahan dalam perijinannya, seperti penerbitan Ijin Usaha Pertambangan,” ujarnya pada Bimeks di Rabangodu Utara, Sabtu (26/3).
Bahkan, kata dia, pihak ketika siap menyerahkan sejumlah pekerjaan pada PD Wawo, termasuk soal sosialisasi ke masyarakat. Bahkan pihaknya juga telah meminta dukungan dari element masyarakat dan ratusan orang telah membubuhkan tandatangan sebagai persetujuan.
“Bahkan masyarakat sendiri telah berinisiatif mendatangi Pemkab Bima, agar pengelolaan tambangan mangan segera berjalan,” ungkapnya.
Dia mengaku intens berkomunikasi dengan Pemkab Bima dan telah ada sinyal positif dari Bupati Bima. Meski dikeluhkannya pada tingkat pejabat di bawah bupati lamban merespon hal tersebut. Kenyataan ini menjadi kendala yang dihadapi pihaknya. (BE.16)

Jumat, 14 Januari 2011