
Tiga minggu sudah, Irma Suryani (20 tahun) menghilang. Sejak 3 Juni lalu, keluarganya mencari, namun hingga kini belum ditemukan. Keluarga sudah melaporkan hilangnya mahasiswa semester dua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima ke kepolisian.
Keluarga korban, Yuris, masih mereka sebab menghilangnya Irma dari rumah. Padahal tak ada masalah dengan keluarga. Hal ini membuat keluarga resah, apalagi sebelumnya marak penculikan dengan pencucian otak.
Irma sendiri adalah warga lingkungan Lewisape Kelurahan Sarae Kecamatan Rasanae Barat. Awal menghilangnya putri Sarafiah itu sempat ada kontak. Bahkan mengaku berada di rumah rekannya di Kelurahan Penatoi. “Ketika di cek ke sana, rupanya temannya itu sudah berangkat ke Makassar untuk kuliah,” ujarnya di Manggemaci, Kamis (16/6).
Hari ketika pencarian, kata Yuris, Irma sempat menghubunginya. Ketika ditanyakannya dimana keberadaannya, tak mau menjawab dan seolah berat mengatakannya. Saat didesak terus, mengaku di rumah temannya di Sape. “Tapi teman yang di sebutkannya di Sape itu berada di Bima. Irma lantas menonaktifkan HP-nya,” ujarnya.
Hingga kini, kata dia, nomor HP gadis kelahiran 27 Februari 1991 ini tak bisa dihubungi lagi. Setelah tiga hari menghilang barulah dilaporkan ke polisi. Keluarga juga mencoba melacak facebook (FB) milik Irma, tak ada status yang mencurigakan.
Irma, kata dia, memang memiliki pacar, namun setelah diinterogasi tak mengetahuinya. Apa motifnya menghilang masih menjadi pertanyaan keluarga. “Apalagi sekarang, ada lagi gadis yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Jangan sampai ada kelompok yang sengaja mencari korban gadis-gadis,” duganya.
Ketika mencoba mengecek FB, Irma rupanya memiliki dua akun. Salah satunya, Irma Young. Akun ini sepertinya sudah lama dan Irma tak pernah mangaktifkannya dengan status baru. Ketika mengecek akun lainnya, Irma Ciibluedoraemon Shizuka, dan mengecek foto profilnya, rupanya baru diperbaharui seminggu yang lalu.
Keluarga berharap Irma pulang, karena keluarga, terutama ibunya sangat resah. Jika ada yang mengetahui keberaan bersangkutan diharapkan dapat memberitahuan keluarga atau pihak kepolisian. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar