Kota Bima, Bimeks.-
Lambo rancang busana yang akan digelar Jumat (1/4) dan Sabtu (2/4), bertujuan agar adanya keragaman produk dari hasil tenunan daerah. Termasuk menumbuhkan ragam kreatifitas dalam pengolahan tenunan, khususnya Bima. Hal itu sampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Muhaimin, SE, yang juga Ketua Panitia lomba, Senin (28/4).
“Dengan tumbuhnya kreatifitas dalam pemanfaatan hasil tenun, diharapkan dapat meningkatkan permintaan akan kebutuhan produk dari tenunan itu,” ujarnya pada Bimeks di kantor Diskoprindag Kota Bima.
Muhaimin mengaku akan berupaya bagaimana kerajinan tenun di Kota Bima bisa lebih baik lagi, terutama dalam hal mutu dan harga. Selama ini ada kecenderungan penenun mengabaikan mutu. “Kadang tenunan yang dibuat asal selesai terkadang luntur dan mengkerut,” ujarnya.
Perilaku penenun seperti inilah, kata dia, yang perlu dibenahi. Termasuk dalam pemilihan bahan baku harus berkualitas, agar konsumen puas. Untuk itu diharapkan melalui momentum kegiatan lomba rancang busana tenunan khas NTB ini, bisa memacu kreatifitas para perancang.
Hingga kemarin, kata dia, setidaknya sudah 23 rencangan yang didaftarkan. Jumlah itu masih didominasi oleh Kota dan Kabupaten Bima, sementara Dompu rencananya 15 rancangan. “Tapi Dompu masih menyampaikan kesediaan secara lisan, belum mendaftar secara resmi,” katanya.
Selain umum, kata dia, ada juga dari beberapa sekolah yang akan ambil bagian. Namun rancanangan yang akan diikutkan sekitar dua.
Dikatakannya, juri yang akan dihadirkan tiga orang, dua dari Mataram dan satu dari Bima. Diantara penilaian lomba nantinya, yakni apakah tenunan atau batik benar-benar asli motif NTB. Termasuk design rencanangan, termasuk fashion ketika peragaan busana nantinya.
Untuk Jumat (1/4), penilaian rancangan pakaian tenun dan batik di aula Pemkot Bima. Selanjutnya Sabtu (2/4) peragaan busana hasil rancangan di Paruga Nae. Diharapkan kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. (BE.16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar