Kota Bima, Bimeks.-
Pameran tenun dan batik Sasambo khas NTB, yang diadakan oleh Pemerintah Kota Bima dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah, rupanya mendapat apresiasi dari juri. Dua orang penilai lomba dari Mataram, yakni Ipul Daeng H dan Joice mengaku peserta yang mengikutinya cukup besar.
Dibandingkan beberapa kali kegiatan serupa di Mataram, jumlah peminatnya kecil. Sementara kegiatan pertama di Kota Bima diikuti oleh 74 rencanangan busana. “Subhanallah, ini luar biasa. Namun dalam mengikuti lomba sebaiknya menggunakan assesoris sesederhana mungkin,” ujarnya salah seorang juri wanita, Joice di aula Pemkot Bima, tempat dilaksanakannya penilaian rancang busana, Jumat (1/4).
Ipul juga memberikan beberapa saran kepada peserta lomba rancang busana tenun dan batik NTB. Memerhatikan kriteria lomba dan memastikan mengikuti kategori yang mana. Dari situlah nantinya perancang akan menentukan desain busana yang diinginkan.
Ketua Panitia Lomba, Muhaimin, mengaku tak membayangkan jika peserta yang mengikuti kegiatan ini cukup besar. Apalagi juri sendiri menilai kegiatan ini terbanyak pesertanya dibandingkan ivent sebelumnya di Lombok.
Para peserta mengaku senang dengan lomba ini, karena bisa memacu kreativitas mereka dalam membuat rancangan busana. Seperti diungkapkan Dewi Rahmawati salah satu peserta lomba rancang tenun. “Kalau bisa kegiatan ini diadakan tiap tahun, agar ada motivasi perancang Bima meningkatkan kualitas dan membuat inovasi baru,” harapnya.
Dewi sendiri membuat rancangan busana dengan tema feminism dan nyentrik. Karya-karya yang lainnya dinilainya bagus semua dan tak disangka perancang lokal bisa membuat karya seperti itu.
Ririn membuat rancangan menanggabungkan tenunan dengan bahan alam. Ia menggunakan tambahan pernak-pernik alam berupa potongan-potongan bamboo kecil, sebagai assesorisnya.
Demikian juga Fitriani, yang mengusung tema buana glamor lady, mengaku senang mengikuti kegiatan itu. Disarankannya pula kegiatan ini dapat diagendakan tiap tahunnya. Ungkapan dan harapan serupa juga disampaikan oleh Ratnaningsih, SE dan Agustini Gesuriwati.
Agustini peserta dari Dompu berharap kegiatan ini tak hanya sekali saja. Apalagi 16 perancang dari Dompu ikut serta dan menunjukkan tingginya minat mengikuti rancang busana daerah.
Kegiatan juga akan dilanjutkan dengan peragaan busana hasil karya para perancang. Rencananya peragaan akan dihelat di Paruga Nae pada Sabtu (2/4) malam. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar