Senin, 04 Juli 2011

Proyek PLTU Ditargetkan Rampung Juni 2012

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berlokasi di Bontu, akan ditargetkan tuntas Juni 2012 mendatang. Untuk mempercepat penyelesaiannya, salah satunya dengan menambah tenaga kerja, dari sebelumnya 200 menjadi 300 orang.
Untuk memastikan pekerjaan PLTU berjalan sesuai dengan target, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Timur, Vickner Sinaga, meninjau lokasi. Mesin Turbin dan Generator saat ini dalam perjalanan pengapalan dan kemungkinan tiba 7 Juli.
Diakuinya, sebelumnya proyek PLTU ditargetkan akan tuntas 2011 ini, namun rupanya terkendala karena ketidakmampuan kontraktor. Namun, kini manajement PLTU dibantu oleh PLN dan rupanya dapat berjalan.
“Masuknya PLN dalam manajemen PLTU, berdampak positif pada pencitraan vendor luar negeri yang sebelumnya tak yakin proyek PLTU akan berjalan,” ujarnya di bandar udara Sultan Muhammmad Salahuddin Bima, Sabtu (2/7).
Kendala lain yang ditemukan di lapangan saat ini, kata dia, kondisi lahan yang berbatu. Untuk mengatasi masalah itu, akan didatangkan peralatan dari Makassar. “Rupanya batu itu tidak bisa dipecahkan secara manual dan butuh peralatan dan yang paling dekat adalah Makassar. Bahkan besok (kemarin, Red) akan kami bahas di Jakarta,” ujarnya.
Penambahan tenaga kerja, kata dia, dari 200 menjadi 300 orang, karena keinginan Direktur PLN Pusat, Dahlan Iskan untuk segera dituntaskan. Diprediksi pekerjaan PLTU akan tuntas hingga Juni 2012 mendatang.
Sebenarnya, kata dia, untuk menuntaskan proyek PLTU itu butuh waktu dua tahun. Jika dihitung mulai Februari 2011, maka 2013 mendatang megaproyek ini akan rampung. “Kendala yang dihadapi kontraktor sebelumnya adalah masalah pendanaan. Kedatangan saya ke Bima ini untuk membuat lebih cepat lagi penyelesaiannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager PLN Cabang Bima, Arief K, mengatakan sebelumnya terdapat 11.200 daftar tunggu pelanggan. Namun, sudah dituntaskan 10.472 pelanggan baru.
Bahkan, jika sebelumnya, masyarakat harus menunggu lama untuk pemasangan jaringan listrik. Namun kini PLN Cabang Bima harus mencari siapa lagi yang ingin memasang instalasi listrik. Termasuk akan merambah wilayah yang belum teraliri listrik, salah satunya Desa Wadukopa Kecamatan Soromandi.
“Sisannya itu ada yang daftar namanya ganda. Untuk itu sekarang kami meminta informasi wilayah mana yang belum teraliri listrik,” ujarnya di Bandar udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Sabtu. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar