Selasa, 03 Mei 2011

FIF Bima Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir Sape


Bima.-
Banjir yang menghantam Kecamatan Sape, mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan untuk memberikan bantuan. Tak terkecuali perusahaan pembiayaan sepeda motor resmi Honda, Federal International Finance (FIF) Cabang Bima.

Pimpinan dan karyawanb FIF Cabang Bima, turun ke Sape untuk melihat dari dekat bagaimana kondisi terkini warga. Sepekan banjir berlalu, sisa puing hantaman banjir bandang masih tersisa. Kesedihan warga masih membekas, sebagian masih menatap rumah rusak dan halaman yang tak ada lagi tempat bernaung lantaran terseret arus deras.
Branch Manager FIF Cabang Bima, Farindra Saragih, mengatakan penyerahan bantuan kemanusiaan oleh pihaknya sebagai bagian dari kepedulian sosial. Bahkan FIF memiliki bidang yang khusus menanangani masalah bantuan sosial.
“Jadi kami bukan perusahaan yang hanya mengejar kauntungan, namun menyisihkan untuk berbagi dengan warga yang terkena musibah. Termasuk warga kita masyarakat Sape,” ujarnya pada Bimeks di Sape, Senin (2/5).
Dia dan perusahaan mengaku turut prihatin dengan musibah banjir yang tak terduga itu. Diharapkannya masyarakat dapat tabah menghadapinya. “Kami membantu berupa sembako untuk warga yang menjadi korban. Semoga korban banjir dapat tabah menghadapi musibah ini,” katanya.
Bahkan, kata dua, bagi customer FIF yang terkena musibah banjir, akan diberikan keringan untuk waktu pembayaran. Mungkin saja untuk saat ini mereka membutuhkan uang untuk kebutuhan mendesak.
“FIF sebenarnya banyak memiliki program sosial, seperti bantuan tempat ibadah, training bagi guru, bedah sekolah, serta aksi donor darah. Kegiatan sosial tidak hanya untuk bencana saja,” ungkapnya.
Bantuan sendiri diserahkan untuk dua desa, yakni Bugis dan Rai Oi. Penyerahan bantuan dengan melibatkan pemerintah desa dan diserahkan secara simbolis di masing-masing tempat.
Warga yang menerima bantuan pun sangat bersyukur atas kepedulian berbagai pihak, termasuk FIF. Ketika bantuan diserahkan di Rai Oi misalnya, warga sepertinya memiliki rasa persamaan senasib dengan lainnya. Mereka cukup tertib ketika mendapat bantuan. “Kita tunggu pak kadus untuk membagi sama rata, kumpulkan semua dulu bantuannya. Nanti kita bagi bersama,” ujar salah seorang warga.
Pantuan Bimeks, masih banyak warga yang terpaksa tinggal di tenda-tenda karena rumahnya hanyut. Mereka juga mengumpulkan puing-puing bangunan yang bisa dimanfaatkan. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar