Kota Bima, Bimeks.-
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bima, menyiapkan diri menjadi sekolah berstandar internasional. Mimpi sekolah agama itu, bukan hanyalan, namun segudang prestasi telah ditorehkan.
Dalam rapat Pleno Komite, Kamis (15/10) kemarin, pihak sekolah mengutarakan berbagai program yang akan dilakukan kedepannya. Langkah itu untuk menyiapkan MTsN Bima menjadi sekolah standar internasional.
Apa yang telah dicapai sekolah itu? Kepala MTsN Bima, Mansyur, SAg, mengungkapkan torehan pretasi yang diraih tidak hanya tingkat lokal, tapi juga nasional. Pada tahun 2008-2009 diantara yang dicapai, sebagai finalis Olimpiade Fisika dan Juara I Lomba MIPA tingkat Provinsi NTB.
Juara satu Karya Ilmiah Remaja Bidang MIPA tingkat Kota Bima. Juara dua untuk Olimpiade Matematika, Biologi dan Debat Bahasa Inggris. Selain itu, juara dibidang keagamaan, MTQ tingkat nasional, juara lomba shalat dan hafal Alquran Kota Bima.
Di bidang olahraga, Bulutangkis, sepakbola, tenis meja, volly ball, serta Karateka. Semuanya tingkat provinsi NTB. “Untuk itu kami menawarkan lagi program ke orang tua murid, agar siswa lebih berkualitas dan sekolah maju,” katanya.
Hanya saja dibutuhkan, dukungan dana dari orang tua murid untuk melaksanakan program tersebut. Pada Rapat Pleno Komite untuk pembentukan pengurus itu orang tua murid menyepakati uang komite sekolah per bulannya Rp30 ribu. Tahun sebelumnya hanya Rp15 ribu per bulan atau peningkatan 100 persen.
Saat itu, Pengurus harian terpilih adalah M Najib Sulaiman, SPd, terpilih sebagai ketua. Wakil Ketua, Anwar Arman, SE dan Suaib, SH. Sekretaris Jaharudin, wakilnya Gufran dan H Arifin, SAg. Bendahara Nurhayati dan wakil Amar Ma’ruf. Sementara Tamrin, SH terpilih sebagai narasumber.
Saat itu pengurus terpilih menawarkan untuk mendanai program yang ditawarkan pihak sekolah iuran komite Rp60 ribu. Hanya saja banyak yang keberatan dengan jumlah itu dan dinilai berat. Meski sempat alot, namun akhirnya disepakati Rp30 ribu dengan catatan setiap tahunnya akan meningkat.
Orang tua murid menginginkan agar pelaksanaan program diutamakan yang sangat prioritas dulu. Pengurus komite sempat memaparkan dari dana komite dititikberatkan 65 persen untuk peningkatan mutu, sarana dan prasarana 25 persen, kegiatan khusus 12 persen, serta kegiatan komite delapan persen. (BE.16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar