Kota Bima, Bimeks.-
Bima tampaknya kian dilirik, karena memiliki potensi untuk mengembangkan berbagai bisnis. Potensi itu tidak hanya dibidik oleh masyarakat Bima sendiri, namun juga warga daerah lain. Seperti halnya, Ahmad Sunaryadi, asal Lumajang-Jawa Timur, yang sejak dua tahun lalu membuka usaha penjualan bunga hias, di lingkungan Kelurahan Pane – Kota Bima.
Sunaryadi sendiri mengkhususkan menjual bunga Kamboja atau Adenium. Bisnis ini sebenarnya sudah lama dilakoninya, tapi di daerah Bali. Namun, karena bisnis bunga di Bali kian marak dan penus persaingan, maka diputuskannya melanjutkan usaha ini di daerah lain. “Di Bima bunga memang belum menjadi suatu kebutuhan, tapi peluang usahanya masih menjanjikan,” ungkapnya pada Bimeks, Jumat (12/1).
Hanya saja, kata dia, bunga jenis Adenium pertumbuhannya terkendala cuaca. Saat hujan terus mengguyur Kota Bima, daun dan bunga Adenium rontok. Sementara warga cenderung membeli yang sedang berbunga. “Adenium akan berbunga ketika musim kemarau, kalau musim hujan akan rontok,” ujarnya.
Pada masa rontoknya daun dan bunga, kata dia, dimanfaatkannya untuk menyetek Adenium. Selain itu membuat sambungan antar tunas, sehingga nantinya akan terlihat cantik. Bahkan dalam satu pohon warna bunganya bervariasi. “Adenium sendiri langsung didatangkan dari Lumajang. Disana mudah memperoleh bibitnya, karena hamper semua warga menanam,” ungkapnya.
Adenium, kata dia, telah identik dengan masyarakat Lumajang dan itu dijadikan tambahan mata pencaharian. Di Bima sendiri, ketika awal datang, banyak penggemarnya. Bahkan sehari kadang bisa mendapatkan Rp2 juta per hari. “Kadang 400 ribu rupiah perharinya, tapi sekarang agak lesu, apalagi hujan sering mengguyur, sehingga bunganya rontok,” ujarnya.
Setiap yang datang membeli, dapat berkonsultasi tentang perawatan Adenium. Tentu konsultasi menjadi bagian dari pelayanan yang diberikannya. Karena bunga yang dimilikinya cukup banyak, maka disewanya lahan di Pane.
Kini Pemerintah Kota Bima, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan telah membangun sarana galeri di depan Kuburan Salama. Dia telah diminta untuk mengisi galeri tersebut dan digratiskan untuk menempatinya. Dukungan pemerintah ini sangat disambut baik, karena dapat memberdayakan penguasha bunga. Apalagi di Bima, banyak juga penggemar tanaman hias, termasuk bonsai. (BE.16)