Rabu, 16 September 2009

Lupa Matikan Kompor, Rumah Ludes Terbakar

Kota Bima, Bimeks.-
Lagi-lagi ini menjadi peringatan bagi semua, agar mewaspadai kebakaran. Jangan meninggalkan rumah dalam kondisi tungku atau kompor menyalah, bukan tidak mungkin menjadi awal petaka.
Seperti yang dialami Siti Nur dan Hasnun warga RT 15 RW 06 Lingkungan Gindi Kelurahan Jatiwangi, Kamis (10/9) sekitar pukul 10.00 Wita. Rumah kayu sembilan tiang miliknya kini tersisa puing-puing.
Nur yang berprofesi sebagai pembuat dan penjual jamu tradisional Bima, lupa mematikan kompor saat keluar rumah. Hanya selang 10 menit, rumahnya dikepung si jago merah.
Dia mengaku saat itu sednag membuat jamu dan memasak bahannya dengan kompor. Maklum sore hari haru dijual dan siang hari harus disiapkan. “Saya sempat tinggal kan rumah dan tidak mematikan kompor, kembalinya rumah terbakar,” ujarnya sambil menangis.
Warga mengaku sempat penik ketika melihat rimah korban terbakar. Namun tidak ada yang tahu nomor telepon pemadam kebakaran. “Saat itu ada yang lari ke kantor lurah melaporkan adanya kebakaran,” kata seorang warga.
Karena pemadam terlambat dihubungi, sehingga si jago merah leluasa melaham dinding bangunan dari kayu. Mestinya kata warga lain, semua RT memiliki nomor-nomor penting, termasuk pemadam. Jika sewaktu-waktu terjadi musibah, maka segera dihubungi.
Pantauan Bimeks, rumah korban terletak di dataran lebih tinggi. Bangunan rumah sedikit terpisah dengan rumah lainnya, sehingga api tidak menjalar. Pemadam pun hanya memadamkan sisa-sisa api yang menghanguskan bangunan. Belum diketahui berapa nilai kerugian yang dialami. Namun tidak ada isi rumah yang berharga selain perabotan rumah tangga. (BE.16)

Ayah dan Anak Diduga Korban Mobdis

Bima, Bimeks.-
Seorang ibu asal Desa Talabiu Kecamatan Woha, Sumantia, datang mengadu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Selasa (15/9). Diduga suaminya Ilham dan buah hatinya Husnul Khatimah (9 Tahun) menjadi korban mobil dinas. Keduanya mengalami luka dan terparah sang bocah, karena mengalami benturan kepala.
Sumantia mengisahkan kronologis kejadian, ketika sang suami hendak pulang, Sabtu (12/9) lalu sekitar pukul 17.15 Wita. Di Lawata dari arah berlawanan melaju kencang mobil Ford Renger hitam. Menurut keterangan saksi nomor polisinya EA 9652 X.
Saat diserempat bagian belakang mobil, ayah dan anak yang menjadi korban terpelanting dari motor Honda Blade yang dikendarainya. Keduanya pingsan dan ditolong pengendara bus dan membawanya ke Puskesmas Bolo.
“Saat itu dibelakang suami dan anak saya ada pengendara lain bernama Rusdin yang sempat mengejar mobil itu, namun tidak berhasil dan hanya mengingat nomor polisinya,” ujarnya di Pemkab Bima, Selasa (15/9).
Dikatakannya, keterangan dari saksi Rusdin, saat itu mobil dinas lari beriringan, namun ada satu yang posisi paling belakang. Mobil terakhir inilah yang kabarnya menyenggol korban dan terpelanting. Akibatnya suaminya mengalami patah tulang punggung, luka gores di wajah bagian kanan. Demikian juga anaknya mengalami benturan keras di kepala dan masih terasa sakit hingga saat ini.
Dia mengaku Senin (14/9) malam sempat ke Monta hendak menemui rombongan Safari Ramadan Bupati Bima. Namun niatnya tidak kesampaian, dan salah seorang pejabat Pemkab Bima memintanya untuk datang Selasa kemarin. Hanya saja tidak berhasil ditemui.
Diharapkannya, ada perhatian dari Pemkab Bima, lantaran suami dan anaknya menjadi korban iringan kendaraan dinas. Apalagi kondisi dua orang yang dikasihinya itu luka berat.
Setelah ditelusuri yang memiliki kendaraan dengan Nomor Polisi EA 9652 X adalah Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertapa) Kabupaten Bima, Ir Nurdin. Namun pria ini membantah jika kendarannya menyebabkan orang lain kecelakaan.
Selain itu, kata Nurdin, dia tidak jalan bersama iringan mobil lainnya, melainkan lebih dulu kembali ke Bima menuju hotel Lambitu sekitar pukul 16.00 Wita. Selain itu dia tidak melihat ada bekas tabrakan di bagian mobilnya.
“Saya sempat di telepon, katanya saya mengalami kecelakaan pada Sabtu (12/9) lalu, tapi saya merasa tidak menabrak orang,” ujarnya di kantor Dinas Dispertapa Kabupaten Bima, Selasa.
Pihak penyidik Sat Lantas Polresta Bima, membenarkan ada kejadian lakalantas itu. Hanya saja ketika tiba di tempat kejadian hanya menemukan kendaran Honda Blade, sementara korbannnya tidak ada.
Pernah, keluarga korban datang ke Sat Lantas, namun belum sempat dimintai keterangan karena keburu pulang. Saksi kunci yang melihat kendaraan itu, belum dihadirkan keluarga korban.
Penyidik juga mengakui sempat konfirmasi ke Pemkab Bima, apakah ada kendaraan dinas mereka dengan nomor polisi itu. Meski belum ada laporan dari keluarga korban polisi tetap menyelidikinya, karena ini bukan delik aduan. (BE.16)